Sukabumi Jawa Barat, supersemarnews.com – Meskipun perbaikan atas kegiatan pembangunan jalan lingkungan (Jaling) Pasapen – Citamiang usai dilaksanakan dua hari lalu  oleh pihak pelaksana, namun hasil dari perbaikan tersebut terkesan asal – asalan.

Hal itu, diungkapkan H. Sutendi selaku Kepala Desa.Tarisi, Kec.Warungkiara, diketahui sebelumnya Dinas Perumahan dan  Kawasan Permukiman Kab. Sukabumi menghabiskan anggaran sebesar Rp 141.584.000,00 guna membangun jalan lingkungan (Jaling) Pasapen – Citamiang

“Namun sangat disayangkan kualitas pembangunan Jaling tersebut dinilai sangat buruk, sehingga harus dilakukan perbaikan, tentunya selaku penerima manfaat kami merasa kecewa, “ungkapnya.

Lanjut ia, mengatakan, meski perbaikan sudah dilaksanakan, namun hasilnya masih jauh dari harapan. Diduga saat  melaksanakan perbaikan pihak pelaksana tidak memperhatikan kualitas bahkan terkesan asal – asalan.

 “Jika melihat hasil setelah dilaksanakan  perbaikan oleh pihak pelaksana / CV. dua hari lalu, kami menilai pihak pelaksana tidak bertanggung jawab dengan tidak memperhatikan kualitas hasil pembangunan, “ucap Kades.

Selain itu, berdasarkan keterangan yang dihimpun dari warga sekitar selaku pengguna jaling, menyampaikan, Setelah  dilaksanakan perbaikan, namun hasil perbaikan tersebut sangat jauh dari harapan.

“Jika melihat hasil perbaikan selaku pengguna jalan lingkungan ini, jelas kami sangat kecewa, karena hanya dilaksanakan sebatas titik tanjakan dan turunan saja dan terlihat asal jadi, “ujar warga yang enggan namanya di catut. Senin, (23/12/24).

Tentunya, terkait hal ini wajib hukumnya  bagi Dinas Perkim untuk segera memanggil dan menegur pihak pelaksana / CV, serta  mengevaluasi kualitas hasil pekerjaan dalam kegiatan pembangunan jalan lingkungan Pasapen – Citamiang tersebut, karena dinilai pihak CV tidak memperhatikan kualitas upaya meraup keuntungan besar.

“Atas permasalahan tersebut, pihak Dinas harus segera memanggil dan meminta pertanggungjawaban dari pihak pelaksana /CV, sebab hal ini, berpotensi mengakibatkan kerugian keuangan Negara, “ujar salah seorang pengguna saat melintasi Jaling tersebut.

Sementara itu, pengawas kegiatan dari Dinas terkait, saat dikonfirmasi lewat aplikasi WhatsApp mengungkapkan,” setelah melakukan cek lokasi dan melihat dari hasil perbaikan pada jaling Pasapen – Citamiang, ia mengaku telah memberikan teguran kepada pihak pelaksana.

“Setelah dilakukan cek lokasi dan melihat langsung hasil dari pada perbaikan, kami langsung memberikan teguran dan menanyakan kenapa pelaksanaan perbaikan dilakukan kurang lebih hanya 20 meter seharusnya perbaikan dari ujung sampai dengan ujung, “pungkasnya.

(Red)