Sisi Kelam Koperasi Plasma Sawit yang Terungkap saat Ditertibkan Satgas PKH


Foto Ilustrasi Kebun Sawit.

Sampit, Supersemar News – Keberadaan koperasi plasma yang belakangan ini menjadi salah satu mitra dari perusahaan perkebunan di Kotim sering mendapatkan kritikan yang sangat tajam sekali.

Koperasi menjadi pemicu lahirnya raja-raja kecil di pedesaan yang bertindak secara tidak adil kepada para anggotanya.

Ketua DPRD Kotim Rimbun menyatakan jika selama ini banyak pengurus koperasi yang sebagai penikmat dari program plasma sawit.

“Itu tidak bisa dibantah karena memang faktanya bahwa koperasi-koperasi plasma ini sebagian besar jadi tempat untuk memperkaya oknum pengurusnya,” ujar Rimbun.

Dengan adanya operasi penertiban sawit dalam kawasan hutan ini berdampak bagi koperasi sekaligus membuka tabir gelap dugaan persekongkolan perusahaan dan oknum koperasi.

“Karena ada PBS yang berlindung di balik koperasi dan ketika ada penegakan hukum oleh pemerintah, maka yang diajukan ini pasti pihak koperasi plasma dan saya harap ini tidak lagi terjadi,” Tambahnya.

Selain itu juga saat ini sebagian keanggotaan koperasi plasma juga diperjualbelikan oleh warga lokal kepada pihak ketiga.

Hasilnya adalah program plasma yang dikelola melalui koperasi ini tidak lagi untuk kesejahteraan warga di sekitar Perusahaan, namun banyak dimiliki penduduk luar daerah tersebut. Fenomena ini pun pernah terungkap saat rapat di DPRD Kotim beberapa waktu lalu

Sejumlah pengaduan warga mengenai pengelolaan koperasi. Gaji pengurus koperasi sangat tinggi. Setiap pembagian SHK per tiga bulan yang didapat pengurus koperasi bisa mencapai ratusan juga rupiah.

Sementara anggotanya hanya mendapatkan nominal ratusan ribu. Ini terjadi di salah satu koperasi di wilayah Cempaga Hulu.(Redaksi)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *