
SAMPIT, Supersemar News – Warga pesisir Sungai Mentaya di Jalan Iskandar, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kini menghadapi ancaman serius. Pencemaran limbah minyak yang melanda perairan tersebut membawa dampak buruk bagi kehidupan sehari-hari mereka.
Ahmad Khusaini, salah satu warga setempat, mengungkapkan keresahannya. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga akan dampak jangka panjang terhadap kesehatan dan lingkungan.
“Sangat berpengaruh bagi kami warga tinggal di pinggiran perairan, karena ada banyak aktivitas warga di perairan itu,” kata Ahmad, Jumat, 2 Mei 2025.
Warga di sekitar Sungai Mentaya kini menghadapi krisis akibat pencemaran air yang kian parah. Mereka kesulitan mencuci, mandi, hingga memancing aktivitas harian yang selama ini bergantung pada sungai. Lebih dari sekadar menyulitkan, pencemaran ini juga mengancam keseimbangan ekosistem perairan dan mengurangi ketersediaan air bersih di wilayah tersebut.
“Sulit buat Mencuci pakaian, mandi, dan bahkan memancing ikan. Biasanya kalau memancing bisa saja mendapatkan 10 ekor lebih, kalau sudah tercemar dapat 2-3 ekor saja sudah syukur,” ungkapnya.
Ahmad mengungkapkan, bahwa pencemaran air Sungai Mentaya di kawasan tempat tinggal memang sudah sering terjadi.
Meski terbilang sering terjadi, mereka yang hidup di tepi sungai sudah terbiasa dengan hal tersebut. Namun, mereka berharap agar pemerintah daerah dapat mengatasi pencemaran air dan tidak terulangi lagi di masa yang akan datang.
“Memang sudah terbiasa karena sering terjadi. Jadi, kami harap kedepannya pemerintah mengambil tindakan agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” bebernya.
(beritasampit.com)
(Lilis Susanti)
