Disdik Kotim Kaji Pemberian Seragam Gratis untuk Siswa SD-SMP


SAMPIT, Supersemar News – Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Disdik Kotim) tengah mempertimbangkan rencana pemberian seragam sekolah gratis bagi siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kajian ini merupakan bagian dari upaya mendukung program wajib belajar sembilan tahun serta meringankan beban orang tua siswa.

Kepala Disdik Kotim, Muhammad Irfansyah, menjelaskan bahwa pihaknya mengamati kebijakan serupa yang telah dijalankan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bagi siswa SMA dan SMK.

“Kami sedang mengkaji kebutuhan riil di lapangan, termasuk berapa banyak seragam yang diperlukan serta potensi tantangan yang mungkin dihadapi,” ujarnya, Sabtu 24 Mei 2025.

Irfansyah menambahkan, meski secara nasional telah ada standar dari Kemendikbud, setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda.

Selama ini, sekolah-sekolah memang berusaha memenuhi kebutuhan seragam siswa, tapi untuk kebijakan seragam gratis, harus melihat dulu efektivitasnya di tingkat SMA.

“Kami juga pernah menjalankan program seperti ini sebelumnya, jadi ada pengalaman yang bisa dijadikan pelajaran,” katanya.

Salah satu perhatian utama dalam kajian tersebut adalah ketepatan sasaran. Disdik ingin memastikan agar seragam yang diberikan benar-benar bermanfaat dan digunakan oleh siswa.

“Kami pernah menemukan kasus di mana seragam yang dibagikan tidak sesuai kebutuhan siswa, baik dari sisi ukuran maupun jenis, sehingga tidak terpakai,” jelas Irfansyah.

Ia menegaskan pentingnya memahami perbedaan kondisi antara siswa di perkotaan dan pedesaan.

Program ini juga mendapat tanggapan dari DPRD Kotim. Anggota Komisi III, SP Lumban Gaol, menyarankan agar Disdik serius mempertimbangkan program ini karena keberhasilan di tingkat SMA bisa menjadi contoh.

“Kalau provinsi bisa menerapkan untuk SMA dan SMK, tentu tidak menutup kemungkinan daerah juga bisa menjalankan program serupa untuk SD dan SMP,” ujarnya.

Kajian yang sedang dilakukan Disdik Kotim ini nantinya akan menjadi dasar untuk menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran. Harapannya, program ini bisa memberikan manfaat langsung bagi peserta didik dan membantu meringankan beban ekonomi keluarga di seluruh wilayah Kotim.

(beritasampit.com)
(Lilis Susanti)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *