
LENGKONG, Supersemar News – Gubernur Andra Soni terus mengupayakan percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah Banten.
Salah satunya pembangunan jalan tol megah di Banten yang diproyeksikan selesai di tahun 2026.
Jika sudah dibuka secara penuh, jalan tol raksasa ini diharapkan dapat memangkas waktu tempuh perjalanan hingga 2,5 jam.
Sebagai informasi, Banten merupakan provinsi dengan pembangunan wilayah yang berkelanjutan.
Dibuktikan sebagai salah satu provinsi yang disebut terkaya, Banten berhasil mencapai angka Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) triwulan II tahun 2025 sebesar Rp232,23 triliun.
Sedangkan untuk PDRB harga konstan 2010 mencapai Rp139,12 triliun.
Tidak heran sebagai provinsi kaya dengan kemajuan wilayah yang cukup pesat, Banten terus mengupayakan pembangunan infrastruktur di masing-masing kabupaten kota.
Salah satunya infrastruktur berupa jalan tol yang menghubungkan wilayah Serang dengan Panimbang, Kabupaten Pandeglang.
Jalan tol Serang-Panimbang memiliki panjang lintasan 83,67 km yang melintasi tiga kabupaten terbesar Banten, di antaranya Kabupaten Serang, Lebak dan Pandeglang.
Jalan tol dengan nilai investasi mencapai Rp8,58 triliun dengan masa konsesi selama 40 tahun ini memiliki tiga seksi pembangunan, di antaranya:
- Seksi 1, dengan panjang lintasan 26,50 kilometer
Ruas tol ini menghubungkan kota Serang dengan Rangkasbitung yang sudah dibuka tahun 2021.
Pembangunan ruas tol Seksi 1 dikelola oleh Badan Usaha Jalan Tol (BIJT) PT Wijaya Karya Serang Panimbang.
- Seksi 2, dengan panjang lintasan 24,17 kilometer
Ruas tol ini menghubungkan wilayah Kabupaten Lebak yaitu kecamatan Rangkasbitung dengan Kecamatan Cileles.
Diproyeksikan pembangunan jalan tol yang dikelola oleh PT Wijaya Karya ini selesai Oktober 2025
- Seksi 3, panjang lintasan 33 kilometer
Ruas tol ini menghubungkan Kecamatan Cileles di Kabupaten Lebak dengan Kecamatan Panimbang di Kabupaten Pandeglang.
Ada dua sub seksi pembangunan ruas tol ini meliputi Seksi 3A Cileles-Bojong dan Seksi 3B Bojong-Panimbang.
Dengan rincian ruas tol subseksi 3A sepanjang 17,46 km yang diproyeksikan selesai dan resmi beroperasi September 2025.
Sedangkan ruas tol subseksi 3B sepanjang 15,54 km diproyeksikan beroperasi pada April 2026.
Sehingga ditargetkan pada kuartal II tahun 2026, jalan tol Serang-Panimbang bisa beroperasi penuh
Dengan tujuan dapat meningkatkan mobilitas dan konektivitas masyarakat di wilayah Banten.
Pengguna jalan dapat menghemat waktu tempuh perjalanan menuju Jabodetabek menuju ke arah Banten Tengah hingga Selatan dari yang sebelumnya 3,5 jam, bisa ditempuh dalam satu jam saja.
Jalan tol yang terkoneksi dengan ruas tol Jakarta-Merak ini juga difungsikan sebagai akses cepat menuju kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Tanjung Lesung dan Taman Nasional Ujung Kulon.
(ayobandung.com)
(Lilis Susanti)