
Ketapang, Supersemar News – Tak jauh dari ADR berdiri bangunan yang disebut sebagai gudang kimia. Di sanalah sianida, air keras, dan reagen disimpan.
Sandi menjelaskan:“Bangunannya tidak ada izin. Letaknya pun tidak sesuai gambar teknis.Orang dalam menambahkan:“
Sianida masuk malam hari, dikawal Tapi gudangnya dekat aktivitas operator. Tidak ada SOP darurat.”Sianida adalah bahan berisiko tinggi yang penyimpanannya wajib tunduk pada standar ketat.
Pelanggaran semacam ini dapat dijerat Pasal 104 UU 32/2009.RKL–RPL yang Dipoles: Pemeriksaan yang Hanya Menyentuh Titik ‘Bersih’DLHK memang pernah datang, tetapi lokasi pemeriksaan disebut sangat terbatas.“Sampel dipilih. Tidak pernah menyentuh titik kritis,” kata Sandi.
Orang dalam membenarkan:“Biasanya titiknya dibersihkan dulu. Tempat limbah asli tidak pernah dibawa.”Jika benar, laporan RKL–RPL yang diterima pemerintah tak mencerminkan kondisi lapangan.
Tanah Tumpang-Tindih: Tambang Berjalan di Atas SengketaDalam investigasi LMPN, terungkap bahwa sebagian konsesi SSM berada di atas lahan yang belum clear and clean.“Ada keluarga yang merasa tanahnya belum dibayar. Sengketa belum selesai, tapi tambang tetap jalan,” ujar Sandi.Orang dalam menegaskan:“Ada peta internal yang menunjukkan area rawan klaim.
Tapi tetap ditambang.”Pelanggaran ini masuk ranah perdata dan pidana Minerba.Ketegangan dengan Supardi Pemilik Sertifikat yang Lahannya Ditambang Tanpa Izin.Konflik paling terbuka terjadi dengan Supardi, warga Desa Petai Patah. Ia memegang dua sertifikat sah dengan luas total 2,2 hektare.Supardi mengaku hanya menjual sebagian kecil lahannya untuk pembuatan jalan.
Namun fakta di lapangan berbalik:Area bersertifikat itu justru dikuasai Pt.SSM, Dieksplorasi, digali, dan diambil emasnya,Padahal ia tidak pernah memberikan persetujuan untuk kegiatan tambang.
Menurut informasi yang diterima LMPN, tanah Supardi memiliki kandungan emas tinggi alasan yang diduga kuat membuat SSM tidak sekadar “melewati” lahan itu, tetapi menambangnya.
Situasi sempat memanas ketika keluarga Supardi mempertanyakan aktivitas tersebut.“Itu tanah bersertifikat. Hanya jual buat jalan.
Tapi yang ditambang jauh lebih luas,” kata Supardi dalam penuturan kepada tokoh masyarakat setempat.Menjelang Pemeriksaan, Manajemen Mulai BersiapDengan semakin banyaknya laporan yang masuk ke Satgas Minerba pusat, situasi internal berubah tegang.“Setiap hari ada rapat tertutup. Dokumen dibereskan. Lubang tertentu ditutup,” kata sumber internal.Gerak semacam ini lazim ketika perusahaan bersiap menghadapi pemeriksaan aparat.
