
Dalam kejadian penembakan kepada warga oleh diduga oknum polisi, Kapolres Kotim langsung bertindak untuk melakukan investigasi.
SAMPIT, Supersemar News — Kapolres Kotawaringin Timur (Kotim) jajaran Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam menanggapi adanya empat warga yang ditembak diduga oleh oknum polisi. Kejadian terjadi di HGU PT. MAS milik Wilmar.
Dalam hal ini, Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain, menyampaikan proses penanganan Laporan Pencurian dan Investigasi terkait prosedural penggunaan Tindakan Kepolisian oleh personil pengamanan berjalan secara pararel oleh Tim.
“Kita sudah lakukan olah TKP di Area Perkebunan Kelapa Sawit PT. KKP III, serta memeriksa setidaknya 6 saksi dan mengamankan beberapa alat bukti lainya. Sampai saat ini, proses Lidik dan Sidik masih berlangsung pasca pengobatan masyarakat yang terlibat, dan akan kita mintakan keterangan,“ kata Kapolres Rabu(24/12/25).
Kejadian tersebut bermula ketika petugas pengamanan gabungan di PT. KKP III mendapatkan informasi, bahwa ada aktifitas masyarakat yang melakukan pencurian TBS ( Tandan Buah Segar ) pada Senin 22 Desember 2025, Sekitar Pukul 15.30 WIB. Disaat Tim Gabungan Pengamanan akan melakukan penindakan dengan persuasif agar menghentikan aktiftas pencurian, tim gabungan mendapatkan perlawanan, sehingga petugas untuk melakukan tindakan tegas, karena membahayakan jiwa dan keselamatan mereka.
“Kami mengimbau kepada masyarakat, mari kita tetap menjaga kondusifitas wilayah Kabupaten Kotim, agar tidak terhasut oleh isu-isu dan pemberitaan yang tidak dapat di pertanggung jawabkan. Kami akan laksanakan proses secara proposional dan profesioanal guna kepastian hukum dan memenuhi rasa keadilan,“ ucap Kapolres.

Dalam menanggapi kejadian tersebut, Ketua Harian DAD Gahara menyampaikan bahwa adanya empat warga Dayak diduga melakukan pencurian yang terkena tembakan oleh salah satu oknum kepolisian.
“Dewan Adat Dayak di Kotim segera bergerak cepat membentuk tim, yaitu Pandawa V, di mana saya selaku Ketua Harian Dewan Hadat Dayak sudah mengintruksikan kepada Damang Sampit, dan Damang Kecematan Telawang, adanya insiden kejadian penembakan kepada empat warga di Telawang,“ tutup Gahara.
(Fauji)
