Supersemar News – Amelia Achmad Yani adalah putri ketiga Jenderal Ahmad Yani, Pahlawan Nasional Indonesia yang gugur sebagai korban tragedi nasional Gerakan 30 September 1965.

Di luar identitas sebagai anak pahlawan nasional, Amelia Achmad Yani pernah menjabat sebagai Tim Ahli untuk Pendampingan dan Pelatihan dalam Pengembangan Kawasan Cepat Tumbuh (Kawasan Timur Indonesia) di BAPPENAS pada periode 2003-2004.

Selain itu, Amelia Ahmad Yani juga aktif di dunia politik. Pada tahun 2007, ia terpilih sebagai Ketua Umum Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) dan terlibat langsung dalam upaya membangun partai politik tersebut hingga menjadi peserta Pemilu 2009.

Biodata Amelia Achmad Yani

  • Nama lengkap: Amelia Achmad Yani
  • Tempat, tanggal lahir: Magelang, Jawa Tengah, 22 Desember 1949
  • Zodiak: Sagittarius
  • Agama: Islam
  • Orang tua: Letnan Jenderal TNI Ahmad Yani (Pahlawan Nasional) dan Yayu Ruliah Sutowirdiyo
  • Pekerjaan: Pengusaha, diplomat, politikus

Perjalanan Karier Amelia Achmad Yani

Amelia Achmad Yani memulai perjalanan kariernya dengan fondasi kuat di bidang diplomasi internasional.

Setelah menyelesaikan pendidikan formal di dalam dan luar negeri, ia mengawali karier sebagai Pegawai Negeri Sipil di Departemen Luar Negeri Republik Indonesia pada tahun 1972.

Pada periode 1972-1975, Amelia mendapat penugasan mewakili Pemerintah Indonesia di United Nations, New York, Amerika Serikat.

Karier internasionalnya berlanjut ketika ia bergabung dengan United Nations Development Programme (UNDP) selama 1975-1988.

Selama hampir 17 tahun aktif di lingkungan PBB, Amelia Achmad Yani terlibat dalam berbagai forum dan kegiatan pembangunan internasional.

Ia mengikuti Regional Meeting for Women in Development di India pada 1979, seminar LSM dan Pemerintah di Bangladesh pada 1987, serta UNDP Program Seminar di Kairo, Mesir pada Oktober 1988.

Memasuki era 1990-an, Amelia Achmad Yani kembali ke Indonesia dan mulai aktif di dunia usaha serta organisasi ekonomi.

Ia menjabat sebagai Direktur PT Sarana Yogya Ventura pada periode 1994-1998, kemudian menduduki posisi strategis sebagai Direktur PT Citra Yani Persada, perusahaan yang bergerak sebagai agen aspal Pertamina.

Selain itu, Amelia juga dipercaya sebagai Ketua Koperasi Tirta Yani Utama, menunjukkan konsistensinya dalam penguatan ekonomi berbasis kelembagaan.

Di bidang organisasi usaha, Amelia Achmad Yani memiliki peran penting. Ia menjabat sebagai Ketua KADINDA Sleman pada 1993-1998, kemudian menjadi Wakil Ketua Komite Asia Pasifik KADINDA Tingkat I Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pada tahun 1994, ia dipercaya sebagai Koordinator KADINDA/PEMDA dalam Misi Dialog Dagang ke Sydney dan Adelaide, Australia.

Selanjutnya, pada 1996-2000, Amelia menjabat sebagai Ketua Badan Pelaksana Harian Yayasan Kartika Eka Paksi dan AMIK Kartika Yani Yogyakarta.

Pada November 2000-November 2003, Amelia Achmad Yani menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Agen Aspal Pertamina, bersamaan dengan penyelesaian studi doktoralnya di University of the Americas, Northbridge, California, dengan disertasi berjudul Rapid Economic Growth in The Rural Areas: Indonesian Experience in The Island of Java.

Kontribusinya di tingkat nasional berlanjut ketika pada 2003-2004, Amelia dipercaya menjadi Tim Ahli BAPPENAS untuk Pendampingan dan Pelatihan dalam Pengembangan Kawasan Cepat Tumbuh, dengan fokus khusus pada Kawasan Timur Indonesia.

Selain di bidang diplomasi dan bisnis, Amelia Achmad Yani juga aktif di dunia politik.

Pada 2007, ia terpilih sebagai Ketua Umum Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN).

Di bawah kepemimpinannya, PPRN menjadi peserta Pemilu 2009 dengan nomor urut 4, dan Amelia sendiri maju sebagai calon anggota legislatif dari Jawa Tengah.

Meski PPRN hanya meraih 1,21 persen suara nasional dan tidak lolos parliamentary threshold, Amelia tetap terlibat dalam dinamika politik nasional, termasuk dalam koalisi besar lintas partai yang mendukung pasangan SBY-Boediono.

Pada 2011, Amelia Achmad Yani terlibat dalam proses pendirian Partai Nasional Republik (PNR) dan masuk dalam jajaran pendiri serta tim formatur.

Namun, melalui dinamika internal partai, ia kembali ke PPRN yang kemudian berubah nama menjadi Partai Nasional Pembangunan (PNP).

Setelah purna dari berbagai jabatan politik, Amelia tetap aktif melakukan pendekatan sosial dan diplomasi berbasis kemanusiaan.

Ia diketahui kerap blusukan ke desa-desa, termasuk ke wilayah terpencil, seperti Pulau Buru, untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat.

Pengalaman panjang di dunia internasional dan pendekatan akar rumput tersebut kemudian mengantarkan Amelia dipercaya menjalankan peran diplomasi sebagai Duta Besar Indonesia untuk Bosnia dan Herzegovina pada 2016-2020.

Ia dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada 13 Januari 2016, dan mengakhiri masa jabatannya sekitar Juli 2020.

Fakta-Fakta Menarik Amelia Achmad Yani

Berikut adalah fakta-fakta menarik yang perlu diketahui tentang Amelia Achmad Yani:

  • Putri Pahlawan Nasional: Amelia Achmad Yani merupakan putri ketiga Jenderal Ahmad Yani, Pahlawan Nasional sekaligus Pahlawan Revolusi Indonesia yang gugur dalam tragedi nasional Gerakan 30 September 1965.
  • Pengalaman panjang di PBB: Ia memiliki pengalaman internasional yang kuat dengan hampir 17 tahun bertugas di United Nations Development Programme (UNDP).
  • Pendidikan doktoral di Amerika Serikat: Amelia meraih gelar Doktor (S3) di Amerika Serikat, dengan disertasi yang membahas pertumbuhan ekonomi cepat di wilayah pedesaan Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.

Penghargaan Amelia Achmad Yani

Sepanjang perjalanan kariernya di tingkat nasional dan internasional, Amelia Achmad Yani telah menerima berbagai penghargaan prestisius sebagai pengakuan atas kiprahnya di bidang profesional, bisnis, dan kepemimpinan.

Sejumlah penghargaan yang pernah diraihnya antara lain:

  • EPMI Award (Eksekutif Profesional Muda Indonesia) sebagai salah satu dari 50 penerima penghargaan, Jakarta, 10 November 1995.
  • Citra Kartini 1996, Jakarta, April 1996, sebagai bentuk apresiasi terhadap peran dan kontribusinya sebagai perempuan Indonesia berprestasi.
  • 28 The Best Business Executives in Developing Indonesia 1996, Jakarta, 3 Juni 1996, atas pencapaiannya di dunia bisnis dan profesional.
  • International Best Executive Award 1996/1997, diberikan oleh ASEAN Programme Consultant Indonesian Consortium, Jakarta, 23 Agustus 1996.
  • Terpilih sebagai salah satu dari “Five Hundred Leaders of Influence” oleh American Biographical Institute (ABI), USA, 1997.
  • Penerima “The Platinum Record for Exceptional Performance” dari ABI, USA, 1997.
  • Terdaftar sebagai Member of “International Who’s Who of Professionals 1997”, USA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *