KANDANGAN, Supersemar News – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) XI yang dipusatkan di Pendopo Bupati Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), pada Kamis (13/2/2026).

Perhelatan lima tahunan ini mengusung tema strategis “Meneguhkan Peran Ulama Untuk Mewujudkan Kemakmuran Banua dan Kesejahteraan Masyarakat”. Berita dikutip KominfoHSS.

Acara yang berlangsung khidmat ini diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Qari Ahmad Kamaruddin.

Pembukaan secara resmi dilakukan oleh Sekda Provinsi mewakili Gubernur dan ditandai dengan pemukulan rebana secara bersama-sama oleh perwakilan Pengurus MUI Pusat, Pengurus Wilayah, Pengurus Daerah, tokoh ulama, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, dan Bupati HSS.

Ketua Panitia Pengarah, Drs. Ma’ruf, menyampaikan bahwa Musda ini merupakan forum permusyawaratan tertinggi untuk merespons berbagai dinamika umat. Ia menekankan pentingnya peran MUI dalam memberikan pertimbangan terkait isu-isu krusial seperti masalah pertambangan, maraknya prostitusi online, judi online, hingga persoalan keagamaan lainnya.

“Musda ini adalah wadah konsolidasi, tempat perputaran pemikiran untuk menjawab aspirasi masyarakat. Selain muzakarah dan sidang pleno yang menghadirkan narasumber dari Polda serta MUI Pusat, agenda utama kita adalah memilih Dewan Pengurus dan Dewan Pertimbangan MUI periode 2026-203,“ ujarnya dalam laporan.

Bupati HSS, H. Syafrudin Noor, SE, S.Sos., menyatakan rasa bangganya atas terpilihnya Bumi Rakat Mufakat sebagai tuan rumah. Ia berharap Musda kali ini dapat menghasilkan keputusan-keputusan terbaik secara mufakat.

“Merupakan kehormatan bagi kami menjadi tempat berkumpulnya para ulama. Kami berharap segala keputusan diambil secara aklamasi. Perbedaan pendapat sesuatu yang lumrah namun jangan sampai terlalu bersitegang. Tak enak rasanya jika para ulama harus beradu atau berselisih dalam forum seperti ini,“ tutur Bupati HSS yang disambut applaus dari hadirin.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, M. Syarifuddin, yang hadir mewakili Gubernur H. Mudidin, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pengurus periode 2021-2026. Menurutnya, MUI telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjembatani komunikasi dengan masyarakat.

“Di tengah hiruk-pikuk kemajuan teknologi, peran ulama sangat strategis sebagai kompas moral. Pemerintah Provinsi berkomitmen untuk terus mendukung MUI karena kami membutuhkan dukungan spiritual dalam menjalankan roda pemerintahan,“ tegas Sekda saat membacakan sambutan Gubernur.

Ditambahkan Musda XI diharapkan mampu melahirkan rekomendasi-rekomendasi konkret yang membawa keberkahan bagi kemajuan Banua Kalimantan Selatan.

Sebagai bentuk apresiasi atas sinergi yang terjalin selama ini, MUI menyerahkan penghargaan dan plakat kepada Pemerintah Provinsi Kalsel serta Pemerintah Kabupaten HSS.

Acaranya ini dihadiri pula oleh jajaran elit MUI, di antaranya Wakil Sekjen Bidang Halal MUI Pusat, KH. Rofikul Umam Ahmad, Wakil Ketua Umum MUI Kalsel, kemudian Kakanwil Kemenag Kalsel dan ulama kharismatik TGH. Ahmad Syairazi.

Tercatat sebanyak 107 peserta mengikuti rangkaian acara ini, yang terdiri dari utusan DPP, DPW, 64 perwakilan Kabupaten/Kota, pondok pesantren, ormas Islam, serta Perguruan Tinggi Islam di Kalimantan Selatan.
(Fauji)