
SAMPIT, Supersemar News –Sejumlah kos harian di wilayah Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, menjadi sorotan warga karena diduga disalahgunakan untuk transaksi daring yang mengarah pada praktik prostitusi.
Dugaan tersebut mencuat setelah beberapa warga mengeluhkan adanya aktivitas mencurigakan di sejumlah kos harian yang beroperasi di pusat kota.
Tempat-tempat itu disebut kerap menerima tamu silih berganti dalam waktu relatif singkat, yang dinilai berbeda dari pola penyewaan kamar pada umumnya.
โSering terlihat tamu datang dan pergi dalam hitungan jam. Kami khawatir kondisi ini membuat lingkungan menjadi kurang kondusif,โ ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Jumat (21/2/2026).
Selain itu, seorang warga lainnya mengaku pernah mengalami pengalaman yang merugikan setelah berkomunikasi melalui sebuah aplikasi perpesanan daring. Ia menuturkan bahwa foto yang ditampilkan dalam aplikasi berbeda dengan kondisi sebenarnya saat bertemu langsung di salah satu kos harian di Sampit.
โSaya kaget ketika datang dan melihat kondisinya berbeda dari foto di aplikasi. Saya sempat menyampaikan keberatan,โ ujarnya.
Menurut pengakuannya, ia kemudian membatalkan rencana tersebut karena merasa tidak sesuai dengan kesepakatan awal. Namun, ia mengaku tetap diminta membayar sebesar Rp300.000 dengan alasan sudah memasuki kamar.
โKarena tidak ingin terjadi keributan, saya akhirnya memilih membayar dan langsung pergi,โ tambahnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, komunikasi awal diduga dilakukan melalui aplikasi michat sebelum diarahkan ke lokasi tertentu.
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum dapat melakukan pengawasan terhadap operasional kos harian guna mencegah potensi penyalahgunaan tempat usaha untuk aktivitas yang diduga melanggar peraturan perundang-undangan.
(Red)