Kalteng Desak Kepastian Proyek Kereta Api Lintas Kalimantan


Supersemar News – DPRD Kalimantan Tengah meminta pemerintah pusat segera memberikan kepastian realisasi proyek jalur kereta api lintas Kalimantan yang direncanakan terhubung hingga Ibu Kota Nusantara (IKN).

‎Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah, Junaidi, menegaskan masyarakat sudah lama menunggu proyek transportasi massal tersebut karena dinilai penting untuk membuka konektivitas antardaerah di Pulau Kalimantan.

‎“Kami menyambut baik rencana ini, karena memang sudah lama diharapkan masyarakat. Namun yang terpenting adalah kepastian realisasinya,” kata Junaidi di Palangka Raya, seperti dikutip Antara, belum lama ini.

‎Menurutnya, jalur kereta api lintas Kalimantan akan menjadi penghubung strategis antara Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, hingga kawasan IKN.

‎Ia menilai kebutuhan konektivitas di Kalimantan semakin mendesak seiring pertumbuhan ekonomi dan pembangunan wilayah baru di sekitar IKN.

‎“Jangan sampai hanya menjadi rencana. Harapan kami ini benar-benar diwujudkan, karena kebutuhan konektivitas di Kalimantan sangat besar,” ujarnya.

‎Dorong Ekonomi dan Akses Wilayah

‎Junaidi mengatakan keberadaan kereta api akan mempercepat distribusi barang dan mobilitas masyarakat di Kalimantan yang selama ini masih bergantung pada jalur darat dan sungai.

‎Selain mempercepat transportasi logistik, proyek tersebut diyakini mampu membuka akses wilayah yang selama ini masih terbatas.

‎“Tentunya ini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan membuka akses wilayah yang selama ini masih terbatas,” katanya.

‎Harapan terhadap proyek itu juga muncul dari masyarakat di daerah pedalaman yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi dan tingginya biaya distribusi kebutuhan pokok.

‎Keberadaan jalur kereta api dinilai dapat memangkas waktu tempuh sekaligus mendorong pemerataan pembangunan antarwilayah di Kalimantan.

‎DPRD Belum Terima Informasi Resmi

‎Terkait kebutuhan lahan, Junaidi optimistis proses pembebasan dapat dilakukan melalui skema yang jelas dengan melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat terdampak.

‎Ia menyebut kompensasi bagi warga nantinya harus diatur secara transparan agar tidak menimbulkan persoalan sosial di lapangan.

‎“Untuk lahan pasti ada skema yang disiapkan, termasuk kompensasi. Ini tinggal bagaimana teknisnya nanti diatur,” jelasnya.

‎Meski demikian, DPRD Kalimantan Tengah mengaku hingga kini belum menerima informasi resmi mengenai tahapan pembangunan proyek tersebut.

‎“Kami belum menerima pemberitahuan resmi. Sejauh ini masih sebatas wacana di tingkat pusat, sehingga kami berharap segera ada kejelasan,” ungkapnya.

‎Junaidi kembali menegaskan proyek strategis nasional tersebut jangan berhenti pada tahap rencana tanpa tindak lanjut nyata dari pemerintah pusat.

‎“Harapan kami ini benar-benar direalisasikan, bukan sekadar rencana tanpa tindak lanjut,” tegasnya.

‎Proyek Kereta Api Kalimantan 2.772 Kilometer Masuk Prioritas

‎Pemerintah saat ini merencanakan pembangunan jaringan kereta api di Pulau Kalimantan sepanjang 2.772 kilometer. Proyek tersebut menjadi bagian dari pengembangan jaringan perkeretaapian nasional hingga 2045.

‎Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan rencana pembangunan masih dalam tahap perhitungan dan penyusunan matang lintas kementerian.

‎“Rencana pembangunan jalur kereta api di Kalimantan masih kami hitung dan rencanakan secara matang,” ujar AHY usai rapat koordinasi pengembangan jaringan kereta api nasional di Jakarta.

‎Pemerintah juga akan membentuk komite khusus yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga untuk menyempurnakan Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (Ripnas).

‎Masuknya kembali proyek Trans Kalimantan dinilai menjadi sinyal kuat bahwa Kalimantan kembali diposisikan sebagai kawasan strategis nasional setelah pembangunan IKN. (*)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *