Baru Dibuka Pramono Anung, Embung Pemuda Jadi Tempat Nongkrong Baru Warga Jaksel


JAKARTA, Supersemar News – Ketersediaan ruang terbuka dan area rekreasi bagi warga Jakarta Selatan kini semakin meningkat. Pada Selasa (19/5/2026), Embung Pemuda secara resmi dibuka untuk umum oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
‎Inisiatif ini mencakup peresmian dua Embung yang bertujuan untuk mengatasi masalah banjir di kawasan tersebut. Namun, di luar fungsinya sebagai fasilitas pengelolaan air, embung ini dengan cepat berhasil memikat hati warga sebagai tempat favorit untuk bersantai.

‎Pengamatan detikTravel beberapa waktu lalu menunjukkan bahwa area Embung Pemuda terawat dengan baik. Setibanya di sana, pengunjung akan menjumpai jalur jogging yang terdapat guiding block, papan informasi yang menjelaskan fungsi embung, serta dek memancing dari kayu yang menjorok ke atas air.

‎Pada sore hari, area ini menjadi ramai dengan warga setempat yang sedang memancing atau sekadar menikmati suasana yang semarak. Salah satu pengunjung yang memanfaatkan fasilitas ini adalah Sastra (18), warga Tegal Parang, Mampang, yang sedang mengunjungi rumah kakaknya. Ia mengaku lebih menikmati memancing di Embung Pemuda daripada di Setu Babakan atau Setu Mablong.

‎”Kalau di sini sih, kebetulan kan udah sebulan lebih mancing kemari. Lebih banyak dapat (ikan) di sini sih, Bang,” ujar Sastra saat dihampiri.

‎Ia juga memuji fasilitas yang disediakan oleh pengelola. “Kalau buat suasana mancing sih oke, Bang, pas banget. Struktur ditaruh tempat batu-batunya buat kita duduk, santai, terus ada sebagian buat nyender. Enak sih, nyaman,” tambahnya.

‎Meski begitu, hari itu ia sedang kurang beruntung alias “boncos”, dan hanya melihat ikan-ikan berukuran kecil. Ia menunjukkan kepada detikTravel hanya mendapatkan ikan berukuran sangat kecil dari kailnya, sementara di sudut lain embung tampak bangkai ikan sapu-sapu yang menandakan kesulitan ikan non invasif di embung ini. Sastra pun menitipkan harapan kepada Pemprov DKI.



‎”Tolong dong tebar ikannya yang gede-gede aja. Kasihan ini kan buat refreshing juga, buat hiburan warga. Biar kalau pulang nggak tangan kosong aja gitu,” harap Sastra.

‎Fasilitas Air Belum tersedia
‎Di balik kenyamanan dek dan suasana sore yang syahdu, Embung Pemuda masih memiliki “pekerjaan rumah” terkait fasilitas umum. Deretan keran air di area luar dan toilet pria yang sudah terbangun rupanya belum bisa digunakan karena tidak ada air yang mengalir. Selain itu, masih terlihat sedikit sampah yang berserakan di sekitar lokasi. Sastra pun ikut menyoroti masalah air ini.

‎”Kalau air sih cepat-cepat dibuka ya. Banyak pengunjung buat cuci kaki, bersih-bersih habis jogging. Jangan buat pajangan doang lah,” keluhnya pada Pemprov DKI.

‎Terkait keluhan tersebut, Pak Hari, selaku kontraktor Embung Pemuda, memberikan penjelasannya. Ia menegaskan bahwa ketiadaan air saat ini bukan karena kerusakan.

‎”Untuk air dinyalakan pada saat menunggu keputusan SDA (Sumber Daya Air). Jadi bukan nggak ada air, emang dimatikan karena belum ada petugas yang stand by di kantor,” jelas Pak Hari.

‎Kehadiran Embung Pemuda jelas menjadi angin segar bagi warga Jakarta Selatan yang haus akan ruang terbuka publik. Diharapkan, fasilitas penunjang seperti air dan kebersihan dapat segera dioperasikan secara maksimal agar warga bisa berwisata dengan lebih nyaman.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *