6 Tanda Anak Mendapat Pola Asuh yang Benar Menurut Psikolog


Supersemar News – Beberapa perilaku anak bisa menjadi pertanda bahwa mereka memperoleh pola asuh atau parenting yang benar dari orangtuanya. Psikolog Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Ratna Yunita Setiyani Subardjo, mengatakan bahwa hal terpenting dalam parenting adalah konsistensi, kehangatan, dan responsif.

‎Dia menekankan, parenting yang benar atau tepat bukan berarti tidak memiliki batas atau tanpa adanya orangtua yang marah sama sekali. “Anak tetap butuh aturan, tapi aturan yang dijelaskan dengan tenang,” terang Ratna kepada Kompas.com, Jumat (29/5/2026).

‎6 tanda anak dapat pola asuh yang benar

‎Ratna menyebutkan bahwa setidaknya ada enam hal yang menjadi tanda anak mendapat pola asuh yang tepat atau benar, di antaranya:

‎1. Punya empati dasar

‎Ratna menerangkan, anak yang mempunyai empati dasar adalah salah satu tanda bahwa mereka memperoleh pola asuh tepat dari orangtuanya.

‎Menurutnya, anak-anak sekitar usia tiga tahun sudah bisa mengenali perasaan orang lain dan mampu mengungkapkannya. “Bisa bilang ‘kasihan’, ‘temannya sedih’, atau reflek menghibur orang lain,” papar Ratna.

‎2. Bisa ekspresikan emosi tanpa takut dihukum

‎Anak dengan parenting yang benar, biasanya mampu mengekspresikan emosinya secara terbuka.

‎Saat marah, sedih, atau kecewa, mereka berani mengungkapkan perasaannya tanpa takut dihukum. “Bisa dia ungkapkan dengan kata-kata, bukan cuma tantrum atau diam,” beber Ratna.

‎3. Bisa bermain mandiri dan mau main bersama

‎Ratna menyampaikan, anak yang berkembang dengan baik, umumnya mampu bermain secara mandiri. Selain itu, tanda anak mendapat parenting tepat adalah anak juga mau bermain dan berinteraksi dengan teman-temannya.

‎“Kemampuan itu menunjukkan adanya keseimbangan antara kebutuhan untuk menikmati waktu sendiri dan bersosialisasi dengan orang lain,” kata Ratna.

‎4. Berani coba hal baru

‎Anak yang berani mencoba hal baru meski merasa takut, menunjukkan perkembangan yang positif. “Misal ingin naik perosotan tinggi atau coba makanan baru,” ucap Ratna.

‎Ia menilai, keberanian tersebut dapat menjadi tanda bahwa anak memiliki rasa aman dasar yang terbentuk dari dukungan dan kehadiran orangtua.

‎5. Rasa ingin tahu tinggi

‎Anak yang memiliki rasa ingin tahu tinggi biasanya sering bertanya tentang berbagai hal di sekitarnya. “Banyak tanya ‘kenapa?’ atau ‘gimana caranya?’,” ujar Ratna.

‎Hal tersebut, menurutnya, menunjukkan anak tidak takut pertanyaannya dianggap remeh atau diabaikan oleh orangtua.

‎6. Bernyanyi sendiri dan mengobrol dengan mainan

‎Ratna mengingatkan bahwa orangtua perlu mendukung ketika anak sering bernyanyi sendiri dan mengobrol dengan mainannya.

‎ “Perilaku anak yang suka nyanyi sendiri dan ngobrol sama mainannya itu biasanya tanda yang positif,” kata dia.

‎Berdasarkan sudut pandang psikologi perkembangan, perilaku itu disebut sebagai private speech dan pretend play.

‎Ketika itu, anak sedang melatih kemampuan untuk mengatur diri sendiri atau self-regulation.

‎Ratna menilai bahwa anak yang berani melakukan hal itu biasanya merasa aman secara emosional.

‎ “Rasa aman itu muncul kalau di rumah dia dapat secure attachment dari orangtua, didengar, direspons, enggak sering dibentak atau diabaikan,” terangnya.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *