Gajah Lahir di Taman Satwa Lampung, Dinamai Rut untuk Hormati Dubes Norwegia


JAKARTA, Supersemar News – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengumumkan kelahiran bayi gajah sumatera dari pasangan indukan Aris dan Mega. Bayi berjenis kelamin betina itu lahir di Taman Satwa Lembah Hijau Lampung pada 5 Juni 2026 dengan berat 123 kilogram.
‎​Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni memberikan nama Rut untuk anak gajah tersebut sebagai simbol persahabatan sekaligus penghargaan pada Pemerintah Norwegia.

‎​”Khususnya Ibu Rut Kruger Giverin yang selama ini telah menunjukkan komitmen dan kontribusi nyata dalam mendukung agenda konservasi hutan dan lingkungan hidup di Indonesia. Semoga anak gajah ini tumbuh sehat dan menjadi simbol harapan bagi keberlangsungan populasi gajah sumatera di masa depan,” kata Raja Juli dalam keterangannya, Rabu (10/6/2026).

‎​Dia menambahkan, upaya penyelamatan gajah sumatera tidak hanya dilakukan melalui perlindungan habitat alami dan pengelolaan konflik manusia-gajah di kawasan (in situ) saja, tetapi juga pengembangan program konservasi (ex situ) di berbagai lembaga konservasi yang memenuhi standar pengelolaan satwa liar.

‎​Menurut Raja Juli, keberhasilan kelahiran anak gajah di lembaga konservasi merupakan bukti bahwa konservasi ex situ dapat berkontribusi penting dalam mendukung pelestarian spesies yang menghadapi berbagai tekanan di alam.

‎​Kemenhut lantas mendorong setiap lembaga konservasi, untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan satwa, kesejahteraan hewan, serta keberhasilan program pengembangbiakan yang terencana dan berkelanjutan.

‎​Rut adalah anak kedua gajah Mega, yang sebelumnya melahirkan bayi jantan pada 2022 bernama Rawana.

‎​Saat ini, Rut dalam kondisi sehat dan terus mendapatkan pemantauan intensif oleh tim Mahout (pawang gajah) serta tim medis Taman Satwa Lembah Hijau guna memastikan pertumbuhan dan perkembangannya optimal.

‎​Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kemenhut, Satyawan Pudyatmoko menyampaikan bahwa kelahiran anak gajah ini merupakan bukti keberhasilan program pengembangbiakan yang dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan.

‎​”Sejalan dengan kebijakan penghentian peragaan gajah tunggang, lembaga konservasi perlu terus bertransformasi menuju pengelolaan yang berorientasi pada konservasi, kesejahteraan satwa, serta edukasi publik. Keberhasilan Taman Satwa Lembah Hijau dalam menghasilkan kelahiran gajah secara berkelanjutan membuktikan bahwa fungsi konservasi dapat berjalan optimal tanpa mengesampingkan prinsip animal welfare,” beber Satyawan.

‎Sementara itu, Komisaris Utama Taman Satwa Lembah Hijau, Irwan Nasution mengungkapkan kelahiran bayi gajah adalah bagian dari komitmen berkelanjutan dalam mendukung program konservasi ex-situ dan peningkatan populasi satwa dilindungi. “Kelahiran anak gajah ini menjadi bukti nyata komitmen Taman Satwa Lembah Hijau dalam mendukung pelestarian gajah sumatera.

‎Kami akan terus meningkatkan kualitas pengelolaan, perawatan, dan program pengembangbiakan sebagai kontribusi nyata terhadap upaya konservasi satwa langka Indonesia demi menjaga keberlangsungan populasi gajah sumatera untuk generasi mendatang,” kata Irwan.

Sumber : kompas.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *