
SupersemarNews, Tangerang — Warga RT 01 dan RT 03 RW 05, Blok Ambon, Kelurahan Poris Gaga, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, mengeluhkan kinerja pihak kelurahan yang dinilai lamban dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait penutupan akses jalan yang diduga dilakukan oleh sebuah perusahaan (PT) di wilayah tersebut.
Menurut warga, penutupan akses jalan tersebut berdampak besar terhadap aktivitas sehari-hari masyarakat. Jalan tersebut disebut sebagai satu-satunya jalur yang selama ini digunakan warga untuk berbagai keperluan, mulai dari bekerja hingga mengantar anak ke sekolah.
Ketua RT 03 mengatakan, penutupan akses jalan itu telah menimbulkan kesulitan bagi warga dalam menjalankan aktivitasnya.”Ditutupnya akses jalan tersebut sangat berdampak bagi warga yang setiap hari melintas untuk bekerja mencari nafkah maupun keperluan lainnya. Yang paling terasa adalah bagi dunia pendidikan, karena akses itu merupakan jalur yang digunakan para orang tua untuk mengantar anak-anak mereka ke sekolah,” ujarnya kepada awak media.
Ia juga mengaku kecewa terhadap respons pihak Kelurahan Poris Gaga yang dinilai belum mampu memfasilitasi pertemuan antara warga dan pihak perusahaan terkait
.”Kami sudah mengajukan surat sesuai prosedur sebanyak dua kali. Namun harapan kami untuk dapat berkomunikasi langsung dengan pihak PT hingga saat ini belum terlaksana,” katanya.
Lebih lanjut, Ketua RT 03 menyatakan warga berharap adanya audiensi atau pertemuan bersama pihak perusahaan guna mencari solusi atas persoalan tersebut.
Menurutnya, apabila tidak ada tindak lanjut dalam waktu dekat, warga berencana menyampaikan aspirasi mereka secara langsung.
Selain persoalan akses jalan, warga juga menyoroti sistem drainase milik perusahaan yang diduga berdampak pada kondisi lingkungan sekitar.
Mereka menilai saluran drainase tersebut menyebabkan area persawahan dan kebun milik warga kerap mengalami genangan saat hujan deras.
“Warga berharap ada penjelasan dan solusi terkait dampak yang ditimbulkan. Saat hujan, sawah dan kebun warga sering terendam banjir yang cukup parah,” ujar Ketua RT 03.
Sementara itu, Lurah Poris Gaga telah diupayakan untuk dimintai keterangan oleh awak media melalui pesan singkat WhatsApp maupun sambungan telepon. Namun hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.
Warga juga berharap Pemerintah Kota Tangerang, khususnya Wali Kota Tangerang, dapat mendengarkan aspirasi masyarakat Blok Ambon dan membantu memfasilitasi penyelesaian persoalan tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak kelurahan maupun perusahaan yang disebutkan dalam laporan warga.