
JAKARTA, Supersemar News — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah pesan kepada Kepolisian RI bertepatan dengan HUT ke-80 Bhayangkara, Cikeas, Jawa Barat, Rabu (1/7).
”Di momen Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80, saya ingin menyampaikan beberapa pesan saya sebagai Presiden Republik Indonesia,” kata Prabowo dalam pidatonya. Pertama, Prabowo meminta Polri agar senantiasa menjaga kepercayaan rakyat Indonesia.
Ia mengatakan bahwa kepercayaan merupakan senjata terkuat seorang polisi. Kedua, Prabowo meminta agar Polri senantiasa dekat dengan rakyat. Ia meminta Polri selalu ada di saat rakyat membutuhkan.
”Dengarkan rakyat, layani rakyat, lindungi rakyat. Jangan justru menyusahkan rakyat. Ingat, gaji kita sebagai alat negara adalah dari rakyat, semua perlengkapan kita dari rakyat, karena itu kita harus benar-benar menjaga dan melindungi rakyat kita,” ujarnya.
Ketiga, Prabowo meminta Polri selalu menegakkan hukum dengan adil. Ia menyatakan Polri harus berani membela yang benar dan melindungi yang lemah.
Keempat, Prabowo menyatakan seluruh anggota Polri harus selalu meningkatkan profesionalismenya.
”Kuasai ilmu pengetahuan, kuasai teknologi, kuasai kecerdasan buatan. Kejahatan masa kini dan masa depan hanya bisa dikalahkan oleh aparat yang selalu belajar, yang cerdas dan yang handal,” ujar dia.
Kelima, Prabowo meminta Polri selalu bersinergi dengan TNI. Ia mengatakan Polri tidak bisa bekerja sendirian.
”Harus selalu bersama institusi lain, bersama TNI, bersama pemerintah, bersama semua institusi pemerintah, bersama tokoh masyarakat, bersama ulama, bersama akademisi, bersama media, bersama pengusaha, bersama petani, nelayan, dan buruh, bersama seluruh rakyat Indonesia,” ujar dia.
Terakhir, Prabowo juga meminta Polri agar tidak sombong dan tetap rendah hati. Ia mengingatkan bahwa institusi yang besar adalah institusi yang mau mendengar.
Prabowo Subianto juga meminta Polri untuk tidak cepat berpuas diri lantaran tantangan ke depan akan semakin berat.
Prabowo mengatakan saat ini dunia dipenuhi dengan konflik dan ketegangan di pelbagai penjuru. Ia menyebut kondisi perang yang terus terjadi pasti akan berdampak kepada Indonesia.
”Kejahatan semakin canggih dan terus berubah, ancaman berubah. Teknologi dapat juga dipakai dengan maksud-maksud yang jahat, dengan demikian cara kerja kita juga harus menyesuaikan,” ujarnya.
Ia mengingatkan kejahatan seperti narkotika, judi online masih menjadi ancaman yang merugikan bangsa. Selain itu kasus-kasus perdagangan orang, terorisme, korupsi, penyelundupan ilegal hingga white collar crime harus terus diberantas.
Dalam kesempatan itu, Prabowo mengapresiasi upaya Polri yang mengungkap ribuan kasus narkotika, judi online hingga berhasil mempertahankan nol insiden terorisme dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.
Kendati demikian, ia tetap mewanti-wanti agar tidak lengah dan cepat berpuas diri. Prabowo menegaskan tantangan ke depan masih besar dan harus diatasi oleh Polri.
”Rakyat kita masih menderita kemiskinan dan kemiskinan ini akibat langsung dari korupsi, dari penyelundupan dan dari kegiatan-kegiatan ekonomi ilegal. Karena itu tantangan saudara, tantangan kita semua, masih besar dan masih banyak,” tegasnya.
”Dirgahayu ke-80 Kepolisian Negara Republik Indonesia. Polri untuk masyarakat, Polri Presisi untuk Indonesia Maju,” ujarnya.
Upacara di Daerah
Di Makassar, Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) menggelar upacara peringatan HUT Bhayangkara ke-80 di lapangan Mapolda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.
Upacara yang digelar secara meriah ini ikut dihadiri oleh seluruh Forkompinda Sulsel diantaranya Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, Kajati Sulsel Sila H. Pulungan, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, Dankodaeral VI Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, dan Panglima Kodau II Marsekal Muda TNI M Untung Suropati.
Dalam kegiatan ini, Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro bertindak langsung sebagai inspektur upacara. Sementara AKBP Rise Sandiyantanti yang juga menjabat sebagai Kapolres Pelabuhan Makassar didapuk sebagai komandan upacara HUT Bhayangkara ke delapan dekade di Polda Sulsel.
Dalam amanatnya, Kapolda Sulsel menegaskan bahwa Hari Bhayangkara merupakan momentum bersejarah bagi Kepolisian Negara Republik Indonesia. Tepat pada 1 Juli 1946, melalui Penetapan Pemerintah Nomor 11 Tahun 1946, Polri ditetapkan sebagai institusi yang berada langsung di bawah pemerintah.
”Penetapan tersebut menjadi tonggak lahirnya Polri sebagai alat negara yang bertugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Djuhandhani di hadapan para peserta upacara.
Ia mengatakan, selama delapan dekade pengabdiannya, Polri telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan bangsa Indonesia.
Berbagai tantangan disebut telah dihadapi, mulai dari mempertahankan kemerdekaan, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) hingga menjawab dinamika perkembangan zaman yang semakin kompleks.
Menurutnya, seluruh pengalaman tersebut menjadi bekal bagi Polri untuk terus bertransformasi menjadi institusi yang profesional, modern, berintegritas, serta semakin dipercaya masyarakat.
Alumni Akpol 1991 itu menambahkan, tema Hari Bhayangkara ke-80 tahun ini yakni “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat” dan menjadi penegasan bahwa seluruh pelaksanaan tugas kepolisian harus berpijak pada kepentingan masyarakat.
”Keberhasilan Polri tidak hanya diukur dari penegakan hukum semata, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan rasa aman, membangun kepercayaan publik melalui tindakan yang humanis, adil, dan berintegritas,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Djuhandhani juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Polda Sulsel beserta jajaran atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Sulawesi Selatan.
Ia turut mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulsel, Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, akademisi, insan pers, serta seluruh elemen masyarakat yang selama ini terus bersinergi bersama Polri.
Terakhir, Djuhandhani mengajak seluruh insan Bhayangkara untuk terus meningkatkan profesionalisme, menjaga integritas, memperkuat soliditas internal, menghindari segala bentuk pelanggaran, serta memperkokoh sinergi dengan seluruh komponen bangsa.
Sumber : palopopos
