SAMPIT, Supersemar News – Turnamen Sepak Bola HNR Cup 2 resmi berakhir setelah berlangsung selama kurang lebih satu bulan lima hari. Ketua Panitia HNR Cup 2, Ahmad Bashudin, menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian pertandingan dapat berjalan sesuai harapan dan berlangsung aman hingga partai final.

Menurutnya, sejak awal seluruh panitia memang menargetkan turnamen berjalan sukses, baik dari sisi penyelenggaraan maupun keamanan. “Alhamdulillah, mulai pertandingan pertama sampai final hari ini semuanya berjalan aman dan terkendali,” ujar Bashudin, saat diwawancarai setelah pertandingan final HNR Cup 2, Minggu 5 Juli 2026.

‎​Ia mengatakan, panitia akan kembali menggelar HNR Cup pada tahun depan dengan sejumlah evaluasi dari pelaksanaan tahun ini. “Insya Allah tahun depan akan kami selenggarakan lagi. Yang menjadi evaluasi salah satunya masalah suporter. Memang sempat terjadi insiden karena kesalahpahaman, tetapi Alhamdulillah bisa kami atasi sehingga seluruh rangkaian pertandingan tetap berjalan aman,” katanya.

‎​Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia menyediakan total hadiah sebesar Rp75 juta, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp50 juta. Juara pertama memperoleh hadiah Rp35 Juta, juara kedua Rp15 Juta, sedangkan juara ketiga bersama masing-masing menerima Rp7,5 juta.

‎​“Alhamdulillah ada peningkatan dibanding tahun lalu. Total hadiah tahun kemarin Rp50 Juta, sedangkan tahun ini menjadi Rp75 Juta,” ungkapnya.

‎​Selain mengevaluasi penyelenggaraan turnamen, panitia juga mendukung rencana pengelolaan Stadion 29 Nopember oleh pihak ketiga sebagaimana pernah disampaikan Bupati Kotawaringin Timur (Kotim). Menurutnya, langkah tersebut akan berdampak positif terhadap kualitas lapangan.

“Sangat bagus apabila dikelola pihak ketiga. Kita lihat sendiri kondisi lapangan sekarang kurang terawat, jadi akan lebih baik jika dikelola oleh pihak yang memang memahami pengelolaan stadion,” ujarnya.

‎​Ia menilai kondisi lapangan saat ini turut memengaruhi kualitas permainan dan performa pemain. Kondisi lapangan sekarang tidak rata, rumputnya juga banyak yang mati karena kurang terawat. “Sebenarnya sebelum turnamen dimulai kami dari panitia sudah bekerja sekitar satu bulan untuk merawat lapangan dan stadion,” katanya.

‎​Menurutnya, kondisi lapangan Stadion 29 Nopember saat ini baru berada di kisaran 50 hingga 60 persen dari kondisi ideal sehingga masih membutuhkan banyak pembenahan. “Masih ada sekitar 40 persen yang harus ditingkatkan agar lapangan benar-benar layak untuk pertandingan berkualitas,” ucapnya.

Ia berharap apabila nantinya pengelolaan stadion diserahkan kepada pihak ketiga, pengelolanya benar-benar memiliki kompetensi di bidang sepak bola dan perawatan fasilitas olahraga. “Harapan kami, pihak ketiga nanti benar-benar memahami sepak bola, mengerti cara merawat lapangan dan seluruh fasilitas stadion, sehingga Stadion 29 Nopember bisa menjadi kebanggaan masyarakat dan mendukung pembinaan atlet ke depan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *