
KUALA PEMBUANG, Supersemar News — Insiden kebakaran sebuah mobil yang diduga digunakan sebagai kendaraan pelangsir BBM bersubsidi di depan SPBU Simpang Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan, Sabtu 22 Agustus 2026 sekitar pukul 17.30 WIB, mendapat sorotan serius dari DPRD Seruyan.
Wakil Ketua Komisi A DPRD Seruyan dari Fraksi PDI Perjuangan, Subani, meminta aparat kepolisian tidak hanya menyelidiki penyebab kebakaran, tetapi juga menertibkan aktivitas pelangsiran BBM bersubsidi yang dinilai berpotensi mengganggu ketertiban serta distribusi BBM tepat sasaran.
Subani bahkan meminta agar keberadaan pelangsir yang diduga berasal dari luar Kabupaten Seruyan menjadi perhatian aparat. Ia menyebut, kendaraan yang terbakar tersebut terindikasi merupakan pelangsir dari wilayah Sebabi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), yang masuk ke wilayah Bangkal untuk mendapatkan BBM.
”Mohon pelangsir ditertibkan. Pelangsir terindikasi dari Kotim, bukan warga setempat karena pengelola tidak mengenali,” kata Subani.

Menurutnya, insiden tersebut diduga bermula ketika kendaraan masuk ke area SPBU tanpa sepengetahuan pengelola. Saat sedang mengantre untuk mengisi BBM, tiba-tiba muncul api dan kepulan asap dari bagian kendaraan. Petugas SPBU yang mengetahui kejadian tersebut langsung melakukan tindakan cepat dengan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Setelah api berhasil dipadamkan, kendaraan segera didorong keluar dari area pengisian oleh petugas dan warga. Tindakan tersebut dilakukan untuk mencegah api kembali membesar dan merembet ke fasilitas SPBU yang berada di sekitar lokasi.
”Pas di dalam benar-benar terjadi insiden. Harapan kami kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Atas kejadian tersebut, pengelola juga berkomitmen untuk lebih selektif lagi,” ujar Subani.
Kebakaran tersebut sempat memicu kepanikan warga dan menyebabkan arus lalu lintas di depan SPBU mengalami kemacetan. Kekhawatiran warga semakin meningkat lantaran lokasi SPBU berada tidak jauh dari permukiman.
Subani menegaskan, kejadian ini harus menjadi bahan evaluasi bersama. Ia berharap aparat terkait meningkatkan pengawasan dan melakukan penertiban terhadap aktivitas pengisian BBM secara berulang, khususnya jika dilakukan dengan cara yang berpotensi melanggar ketentuan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait penyebab pasti kebakaran maupun status kendaraan tersebut. Masyarakat pun berharap pengawasan di SPBU diperketat agar distribusi BBM bersubsidi benar-benar tepat sasaran dan insiden serupa tidak kembali terjadi.
