Supersemar News — Kapolri Listyo Sigit menyatakan bakal memimpin demonstrasi saat pensiun jika Desk Ketenagakerjaan Polri tidak berjalan. Pesan itu sudah disampaikan kepada calon Kapolri selanjutnya.

Hal tersebut diungkapkan Listyo ketika sambutan saat peresmian Gedung Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Abdul Gani (KSPSI AGN) Jawa Timur (Jatim) di Surabaya, Jumat (21/8).

Baginya, mengaktifkan Desk Ketenagakerjaan bagaian dari komitmen.

“Ini juga jadi bagian dari untuk terus menjaga komitmen yang sudah terbangun,” kata Listyo Sigit.

Dia bahkan mengaku telah menitip pesan tersebut kepada calon-calon Kapolri selanjutnya.

“Saya sudah sampaikan ke calon-calon Kapolri nanti,” ujar Listyo.

Desk Ketenagakerjaan sendiri merupakan pusat layanan terpadu resmi dari Polri. Unit tersebut didirikan Listyo, dan diluncurkan pada 20 Januari 2025.

Listyo mengatakan, Desk Ketenagakerjaan Polri bakal mengawal permasalahan yang dihadapi buruh. Dia pun mengingatkan kepada calon Kapolri penggantinya agar melanjutkannya.

Bahkan, dia mengaku akan turun langsung memimpin demo jika diperlukan.

“Saya sudah sampaikan ke calon-calon Kapolri nanti kalau saya sudah pensiun. Kalau Desk Ketenagakerjaan itu gak bekerja optimal, saya akan turun memimpin demo, setuju ya?,” ujarnya.

Meski begitu, dia merasa yakin Desk Ketanagkerjaan Polri akan terus eksis.

“Saya yakin teman-teman juga akan menunjukkan bahwa Desk Ketenagakerjaan akan selalu ada, dari keinginan institusi Polri untuk terus bersama mendampingi teman-teman buruh,” imbuhnya.

Listyo turut menyinggung terkait tenggat penyelesaian revisi UU Cipta Kerja pada 30 Oktober 2026 mendatang. Dia meyakini pembahasannya perlu dikawal buruh.

“Ya, kami juga tentunya menyadari dan memahami keresahan dari rekan-rekan buruh sehingga kemudian ini harus dikawal ketat, kan begitu tadi,” ucapnya.

Menurutnya, buruh dapat menyuarakan aspirasi dengan turun ke jalan. Meski begitu, dia menekankan agar tertib.

“Saya selalu sampaikan langkah konstruktif sudah dibangun dari awal. Saya pesan semua dilaksanakan dalam koridor yang tertib, konstruktif, kalaupun besar juga harus tertib,” pungkasnya

Sumber : FAJAR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *