NUSANTARA, Supersemar News – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk menghadapi potensi kekeringan berkepanjangan sekaligus mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Nusantara.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni menambah pasokan air dengan memanfaatkan air dari Waduk Sepaku Semoi.

Otorita IKN memasang pipa untuk mendukung kebutuhan air di kawasan Nusantara.

Selain itu, Otorita IKN bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta TNI Angkatan Udara telah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada 22-25 Agustus 2026.

OMC dilakukan untuk membantu menjaga pasokan air sekaligus mengurangi risiko karhutla.

Siapkan cadangan air tanah
Otorita IKN juga mengupayakan ketersediaan cadangan air tanah melalui pengeboran.

Saat ini, penyelidikan geolistrik dilakukan sebagai tahap awal untuk mengetahui kondisi bawah permukaan sebelum pengeboran.

Pengeboran air tanah direncanakan dilakukan pada minggu keempat September 2026.

Selain menyiapkan pasokan air, Otorita IKN memperkuat pengendalian karhutla melalui tiga tahapan, yakni pencegahan, penanggulangan, dan pemulihan.

Langkah tersebut telah disiapkan sebelum memasuki musim kemarau 2026 dan terus berjalan hingga saat ini.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah membentuk Satuan Reaksi Cepat Multi Pihak Pengendalian Karhutla.

Satuan tersebut melibatkan Otorita IKN, Kementerian Kehutanan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara, pemerintahan desa dan kelurahan, perusahaan, organisasi lingkungan hidup, serta relawan.

Relawan yang terlibat terdiri atas Masyarakat Peduli Api, Mitra Polhut, dan relawan pemadam kebakaran.

IKN dibagi menjadi tujuh klaster
Untuk mempercepat respons di lapangan, wilayah pengendalian karhutla IKN dibagi menjadi tujuh klaster.

Pembagian klaster dilakukan secara partisipatif oleh anggota Satuan Reaksi Cepat dengan mempertimbangkan sebaran posko, ketersediaan peralatan, sumber daya manusia, dan aksesibilitas.

Setiap klaster dipimpin seorang koordinator dari unsur Otorita IKN, pemerintah kecamatan, maupun perusahaan, sesuai dengan karakteristik para pihak di masing-masing wilayah.

Setiap klaster juga dilengkapi informasi harian mengenai perkembangan titik panas serta data lokasi sumber air.

Informasi tersebut digunakan untuk mendukung kesiapsiagaan dan memudahkan pelaksanaan pemadaman. Koordinasi di tingkat tapak dilakukan bersama oleh seluruh anggota klaster.

Upaya penanggulangan karhutla mencakup pemadaman, penyekatan untuk mencegah api meluas, serta pembasahan dan pendinginan di area yang telah padam agar api tidak kembali menyala.

Setelah pemadaman, area tetap dipantau untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Pemadaman dilakukan melalui kolaborasi Otorita IKN, pos pemadam kebakaran, BPBD, UPT Dinas Kehutanan, UPT Kementerian Kehutanan, perusahaan, relawan, dan seluruh anggota Satuan Reaksi Cepat.

Aparatur sipil negara (ASN) Otorita IKN juga menjalankan piket secara bergantian di berbagai posko untuk melakukan patroli dan pemantauan.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan, pengendalian karhutla membutuhkan kesiapsiagaan seluruh pihak.

“Pengendalian karhutla bukan pekerjaan satu lembaga. Ini ikhtiar bersama pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk menjaga Nusantara sebagai kota hutan yang aman dan berkelanjutan,” ujar Basuki, dikutip dari keterangan resmi, Jumat (04/09/2026).

Perhatian juga diberikan kepada petugas yang bertugas memadamkan api, salah satunya melalui distribusi multivitamin.

Sumber : kompas.com

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *