
Supersemar News – Penggemar film horor Indonesia tentu sudah tidak asing dengan rumah ikonik yang menjadi lokasi utama film Pengabdi Setan (2017).
Rumah yang dalam film digambarkan sebagai tempat tinggal keluarga Rini tersebut berada di kawasan perkebunan teh Kertamanah, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Bangunan ini memiliki tampilan khas rumah kolonial dengan suasana yang semakin mencekam karena dikelilingi hamparan perkebunan teh.
Namun, di balik popularitasnya sebagai lokasi syuting film horor, rumah tersebut ternyata bukan bangunan milik pribadi.
Pemilik Rumah Pengabdi Setan
Rumah yang dikenal masyarakat sebagai Rumah Pengabdi Setan merupakan aset milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII (Persero).
PTPN VIII yang mengelola perkebunan eks Belanda di Jawa Barat kemudian dilebur jadi PTPN I, tepatnya PTPN I Regional 2.
Dirangkum dari akun instagram resmi PTPN I, bangunan Rumah Pengabdi Setan tersebut berada di kawasan Perkebunan Teh Kertamanah, Pangalengan, Kabupaten Bandung.
Rumah ini memiliki nilai sejarah karena dibangun pada 1923, pada masa perkebunan di Indonesia masih berada dalam pengelolaan pemerintahan kolonial Belanda.
Sementara mengutip laman Dinas Perpusatakaan dan Arsip Pemerintah Kabupaten Bandung, daerah Pangalengan Bandung sendiri merupakan kawasan perkebunan teh hitam yang didirikan Karel Albert Rudolf Bosscha.
Bosscha adalah seorang Belanda keturunan Jerman yang dikenal karena kepeduliannya terhadap masyarakat pribum dan semangatnya memajukan ilmu pengetahuan.
Pada Agustus 1896, Bosscha mendirikan Perkebunan Teh Malabar yang kemudian menjadi salah satu perusahaan perkebunan terbesar di Bandung.
Pada awalnya, bangunan tersebut tidak dibuat sebagai lokasi wisata ataupun tempat tinggal keluarga seperti yang digambarkan dalam film.
Rumah bergaya kolonial itu difungsikan sebagai rumah dinas bagi pengawas perkebunan teh.
Usianya yang telah mencapai lebih dari satu abad membuat Rumah Pengabdi Setan tidak hanya menarik dari sisi perfilman, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan arsitektur.
Karakter bangunan kolonial masih menjadi bagian yang menonjol dari rumah tersebut. Keberadaannya di tengah perkebunan teh juga memperkuat nuansa khas kawasan perkebunan peninggalan era Belanda.
Lingkungan sekitar rumah dipenuhi hamparan perkebunan teh yang hijau. Udara yang sejuk dan kabut yang kerap menyelimuti kawasan Pangalengan membuat suasana di sekitar bangunan semakin khas.
Kondisi tersebut pula yang membuat rumah ini cocok digunakan sebagai latar dalam film horor Pengabdi Setan.
Jadi Destinasi Wisata
Setelah dikenal luas melalui film Pengabdi Setan, rumah tersebut semakin menarik perhatian masyarakat.
Kini, PTPN I Regional 2 terus melestarikan sekaligus mengelola kawasan Rumah Pengabdi Setan sebagai salah satu destinasi wisata.
Pengelolaan tersebut tidak hanya berorientasi pada daya tarik film horor, tetapi juga mengangkat nilai sejarah dan warisan perkebunan yang melekat pada bangunan tersebut.
Sumber : kompas.com
