SORONG, Supersemar News – Brigjen Pol Hengki Haryadi resmi menjabat sebagai Kapolda Papua Barat Daya setelah menerima tongkat komando dari pejabat sebelumnya Brigjen Pol Yulius Audie Sonny Latuheru. Dalam kepemimpinan barunya, Hengki membawa pesan tegas agar Polda Papua Barat Daya tidak hanya menjadi institusi baru secara administratif, tetapi mampu memiliki karakter dan nilai lebih bagi masyarakat.

Pergantian kepemimpinan itu ditandai dengan Apel Kehormatan dan Serah Terima Pataka Polda Papua Barat Daya yang digelar di Markas Polda Papua Barat Daya, Aimas, Kabupaten Sorong, Rabu (9/9/2026).

Brigjen Hengki menegaskan, kekuatan sebuah organisasi kepolisian tidak hanya ditentukan oleh struktur, tetapi juga kualitas manajemen dan kepemimpinan. Menurutnya, kemampuan mengambil keputusan menjadi bagian penting dalam menjalankan roda organisasi.

“Saya sangat percaya bahwa inti dari suatu organisasi adalah manajemen. Inti dari manajemen adalah leadership, dan inti dari leadership adalah pengambilan keputusan,” ujar Brigjen Hengki dikutip dari iNews Sorong Raya, Kamis (10/9/2026).

Dia berharap seluruh jajaran Polda Papua Barat Daya mampu bekerja dengan ketulusan, bukan karena rasa takut kepada pimpinan. Baginya, keputusan yang diambil harus berorientasi pada pelayanan dan kepentingan masyarakat.

“Saya harap dalam pengambilan keputusan saya, itu diwarnai oleh keikhlasan dari rekan-rekan semua. Bukan karena takut dengan pimpinan, tapi karena kita kerja dengan ikhlas,” katanya.

Brigjen Hengki mengatakan, status Polda Papua Barat Daya sebagai institusi baru harus menjadi peluang untuk membangun identitas yang kuat. Dia tidak ingin keberadaan Polda baru hanya berhenti pada perubahan struktur organisasi.

Menurutnya, Polda Papua Barat Daya harus mampu menunjukkan keunggulan yang membedakannya dari wilayah lain.

“Walaupun kita ini Polda baru, tapi jadilah bunga yang berbeda di tengah taman. Artinya, kita harus memiliki diferensiasi. Dalam pelaksanaan tugas kita ke depan, kita harus berbeda, ada nilai lebih Polda Papua Barat Daya dalam pelaksanaan pengabdian daripada Polda-Polda lainnya,” ucapnya.

Brigjen Hengki juga menekankan keberhasilan organisasi tidak boleh bergantung pada satu sosok pemimpin. Dia menyebut kekuatan tim menjadi faktor utama dalam membangun institusi yang solid.

Sumber : iNews.id

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *