JAKARTA, Supersemar News – Dua penerbang TNI Angkatan Udara (TNI AU) asal Skadron Udara 11 menorehkan prestasi dengan meraih 2.000 jam terbang menggunakan pesawat tempur Sukhoi. Keduanya adalah Letkol Pnb Rahman “Frostwolf” Fauzi dan Mayor Pnb Yanika Eska “Knighthawk” Sisiyanto.

Pencapaian tersebut ditandai dengan penyematan badge “2.000 Jam Terbang” dalam upacara tradisi yang berlangsung di Shelter Skadron Udara 11. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Vincentius Endy Hadi Putra.

Dalam amanatnya, Danlanud Sultan Hasanuddin menegaskan bahwa 2.000 jam terbang bukan sekadar catatan angka, melainkan cerminan perjalanan panjang yang ditempa melalui pengalaman, penguasaan kemampuan, ketepatan pengambilan keputusan, serta konsistensi dalam menjaga keselamatan dan keberhasilan setiap misi.

“Jadikan pencapaian 2.000 jam terbang ini sebagai momentum untuk terus meningkatkan kemampuan, memperkuat pengabdian, dan memberikan kontribusi terbaik bagi Skadron Udara 11 dan TNI Angkatan Udara,” pesan Marsma TNI Vincentius dikutip dari unggahan Instagram @lanudsultanhasanuddin_, Jumat (18/9).

Pengalaman yang terbentuk selama ribuan jam penerbangan tersebut kemudian dapat menjadi bekal bagi kedua penerbang dalam menghadapi berbagai tuntutan tugas. Selain mencerminkan kematangan profesional, capaian tersebut turut menjadi cerminan atas komitmen TNI AU, khususnya Grup 3 Tempur, dalam membangun sumber daya manusia (SDM) penerbang tempur yang tangguh dalam menjaga kedaulatan wilayah udara nasional.

Sumber : Indonesiadefence.com

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *