SupersemarNews, Jakarta – Kelurahan Srengseng, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, menggelar Festival Hutan Kota Srengseng di Jalan H Kelik, Kamis (8/10/2026).

Kegiatan tersebut mengusung konsep edukasi dengan menampilkan berbagai potensi yang ada di wilayah Srengseng. Festival juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat fungsi Hutan Kota Srengseng sebagai salah satu ruang terbuka hijau di Jakarta Barat.

Lurah Srengseng Tariswan mengatakan, pelaksanaan festival berlangsung dengan baik dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.“Alhamdulillah, Festival Hutan Srengseng dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar. Pengunjung juga benar-benar antusias,” ujar Tariswan kepada awak media.

Menurut dia, antusiasme masyarakat juga terlihat dari produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dipasarkan selama kegiatan.

Sebagian besar dagangan pelaku UMKM disebut habis terjual.

Tariswan mengatakan, festival dengan konsep seperti ini merupakan kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan. Selain memperkenalkan potensi wilayah, kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman edukasi kepada masyarakat

.“Walaupun dengan perencanaan waktu yang terbatas, kegiatan ini dapat berjalan dengan baik,” katanya

.Ia menjelaskan, Festival Hutan Kota Srengseng tidak hanya ditujukan sebagai kegiatan hiburan. Festival diharapkan dapat memperkenalkan Hutan Kota Srengseng sebagai destinasi wisata yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas masyarakat.

Di antaranya, wisata, olahraga, edukasi lingkungan, hingga kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Selain itu, festival juga menjadi wadah untuk memperkenalkan seni dan budaya Betawi kepada masyarakat.

Potensi kuliner khas Betawi dan produk UMKM lokal turut ditampilkan dalam kegiatan tersebut.

Tariswan berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sehingga Hutan Kota Srengseng tidak hanya dikenal sebagai ruang terbuka hijau, tetapi juga menjadi ruang publik yang memiliki nilai edukasi, ekonomi, wisata, dan budaya.“Harapannya, potensi yang ada di wilayah dapat terus diperkenalkan dan dikembangkan, termasuk UMKM dan kuliner khas Betawi,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *