Unpak dan UIKA Bersinergi Lindungi Situ Tunggilis


Seminar diseminasi hasil penelitian dan PKM dengan tema

Melestarikan Ekosistem Situ Tunggilis
SUPERSEMARNEWS.COM BOGOR – Universitas Pakuan (Unpak) dan Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor bersinergi menjaga Situ Tunggilis di Desa Situsari, Cileungsi, Bogor. Situ seluas 35,5 hektare ini menjadi bagian penting DAS Kali Bekasi dan berpotensi dikembangkan sebagai kawasan wisata berkelanjutan.

Seminar Kolaborasi Penelitian
Penelitian dan pengabdian masyarakat disampaikan dalam seminar “Pengembangan Kawasan Wisata Berkelanjutan” di Universitas Pakuan. Acara ini menghadirkan akademisi, pemerintah, dan masyarakat untuk diskusi konstruktif.

Penelitian untuk Pengelolaan Situ
Singgih Irianto mengkaji sempadan Situ Tunggilis untuk mengidentifikasi potensi dan ancaman. Sementara itu, Feril Hariati menyoroti tata kelola dengan teknologi rendah dampak seperti biofilter tanaman air. Selain itu, Gunawan Ismail meneliti penurunan kualitas air akibat limbah domestik, pertanian, dan industri.

Pengembangan Pariwisata Ramah Lingkungan
Pengabdian masyarakat meliputi desain gerbang wisata, pedestrian apung, dan panel surya terapung untuk meningkatkan fasilitas umum dan menarik wisatawan.

Kendala dan Peluang Situ
Akses yang terbatas dan ketidakseimbangan sempadan menjadi tantangan utama. Namun, fungsi situ sebagai penopang ekonomi, tradisi budaya, dan ekosistem memberikan peluang besar untuk pengembangan.

Rencana Zonasi Berbasis Ekosistem
Kolaborasi ini mengusulkan zonasi rekreasi, perikanan, dan tanaman air serta teknologi biofilter untuk meningkatkan kualitas air dan mempercepat pengembangan kawasan.

Optimisme Kolaborasi
Kerja sama ini diharapkan menjadi contoh pengelolaan keberlanjutan situ di Bogor. Selain itu, Singgih Irianto optimistis upaya ini akan memberi dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional.

Baca lebih lanjut: Situ Tunggilis dalam Perspektif Pengembangan Wisata Berkelanjutan.

SupersemarNewsTeam
Reporter: R/SanggaBuana