BANYUMAS, Supersemar News – Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono memilih mengalihkan anggaran pengadaan mobil dinas senilai sekitar Rp 1,7 miliar untuk membeli sekitar 90 unit motor listrik.

Kendaraan tersebut rencananya akan digunakan sebagai kendaraan operasional kepala desa dan penilik sekolah.

Kebijakan itu sekaligus menjadi langkah Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan.

Pilih Pertahankan Mobil Dinas Lama
Sadewo mengatakan tidak berencana membeli mobil dinas baru selama menjabat sebagai bupati.

Menurut dia, kendaraan dinas yang ditinggalkan Bupati Banyumas sebelumnya, Achmad Husein, dan Penjabat (Pj) Bupati Hanung Cahyo Saputro masih dalam kondisi baik sehingga masih layak digunakan.

“Pokoknya saya selama masa jabatan pertama nggak mau mobil dinas baru. Warisannya Pak Husein dan Hanung masih bagus. Anggaran mobil bupati itu Rp1,7 miliar, tapi saya tidak mau diberikan,” kata Sadewo kepada Tribun Banyumas, Jumat (7/8/2026).

Ia menjelaskan, dana yang digunakan untuk pengadaan motor listrik berasal dari anggaran pengadaan mobil dinas yang dialihkan, bukan dari alokasi baru dalam APBD.

“Tapi duitnya bukan APBD yang dijatah untuk kendaraan listrik. Ini adalah duit APBD yang semula dianggarkan untuk mobil dinas bupati yang dialokasikan untuk kendaraan motor listrik,” ujarnya.

Menurut Sadewo, anggaran tersebut diperkirakan cukup untuk menyediakan sekitar 90 unit motor listrik.

“Totalnya kurang lebih ada 90 motor, digunakan untuk para kades kemudian penilik sekolah,” katanya.

Pengadaan Dilakukan Secara Bertahap
Sadewo menegaskan, penggunaan kendaraan listrik sebagai kendaraan operasional pemerintah daerah tidak akan dilakukan sekaligus.

Program tersebut akan diterapkan secara bertahap dengan mempertimbangkan efektivitas penggunaannya.

“Tidak mungkin semuanya. Kalau yang jauh-jauh memang tidak mungkin. Tapi bertahap. Kalau ini memang bagus dan menguntungkan ya bertahap,” tegasnya.

Ia menargetkan pengadaan motor listrik bisa direalisasikan sebelum perubahan APBD karena anggarannya telah tersedia.

“Paling cepat sebelum perubahan. Anggarannya sudah ada,” ucapnya.

Kepala Desa Siap Uji Coba Motor Listrik
Ketua Satria Praja Kabupaten Banyumas, Saefudin, menyambut positif rencana pemberian motor listrik kepada kepala desa.

Menurut dia, kendaraan tersebut akan membantu mobilitas kepala desa dalam menjalankan berbagai tugas pelayanan kepada masyarakat.

“Pada prinsipnya karena ini merupakan pemberian untuk fasilitas operasional bagi teman-teman kepala desa, tentu kami mengucapkan terima kasih. Saya kira kendaraan ini akan menunjang mobilitas, terutama untuk percepatan pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), penanganan berbagai persoalan di desa, serta kegiatan pelayanan lainnya,” ujar Saefudin.

Meski demikian, ia menilai para kepala desa masih perlu menyesuaikan diri karena sebagian besar selama ini menggunakan kendaraan berbahan bakar minyak.

Untuk itu, motor listrik akan diuji coba terlebih dahulu di sejumlah wilayah dengan medan menanjak. Hasil uji coba tersebut akan menjadi bahan evaluasi sebelum program dijalankan secara lebih luas.

Saefudin menambahkan, seluruh 301 desa di Banyumas nantinya ditargetkan memperoleh kendaraan operasional berupa motor listrik secara bertahap sesuai kemampuan anggaran dan prioritas pemerintah daerah.

Sumber : Kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *