
Pesawat Air Canada AC2259 tergelincir dan terbakar setelah pendaratan keras di Bandara Internasional Halifax, sementara tragedi Jeju Air 7C2216 menewaskan 179 orang di Bandara Internasional Muan.
SUPERSEMARNEWS.COM – Insiden Air Canada AC2259 terjadi Sabtu malam, 28 Desember 2024, di Bandara Internasional Halifax, Kanada. Pesawat dari St. John’s mendarat keras akibat roda tidak berfungsi, tergelincir, dan menghantam landasan hingga mesinnya terbakar.
Sebanyak 73 penumpang dan awak berhasil dievakuasi tanpa korban jiwa, meskipun beberapa mengalami luka ringan. Penumpang panik karena asap memenuhi kabin saat evakuasi berlangsung.
Tragedi Jeju Air di Korea Selatan: 179 Korban Jiwa
Pesawat Jeju Air 7C2216 jatuh pada 29 Desember 2024, menewaskan 179 orang dari 181 penumpang dan awak. Pesawat dari Bangkok, Thailand ini mendarat tanpa roda, menabrak pagar pembatas, lalu terbakar di Bandara Internasional Muan.
Dua pramugari selamat dari tragedi ini. CEO Jeju Air, Kim Lee-bae, menyampaikan permintaan maaf melalui Instagram resmi dan berjanji menginvestigasi penyebab kecelakaan.
Azerbaijan Airlines Jatuh di Kazakhstan: 38 Tewas
Pada 25 Desember 2024, pesawat Azerbaijan Airlines J2-8243 jatuh di dekat Aktau, Kazakhstan. Pesawat dari Baku, Azerbaijan menuju Grozny, Rusia membawa 67 orang.
Sebanyak 38 penumpang tewas, termasuk pilot. Puluhan lainnya selamat dan dirawat di rumah sakit. Maskapai menyampaikan belasungkawa melalui Instagram resmi.
Kecelakaan Pesawat Ringan di UEA: Dua Orang Tewas
Pada hari yang sama dengan tragedi Jeju Air, pesawat ringan milik Jazirah Aviation Club jatuh di lepas pantai Ras Al Khaimah, UEA, dekat Hotel Cove Rotana. Insiden ini menewaskan pilot dan kopilot setelah pesawat jatuh sesaat usai lepas landas.
Supersemar News Team
Sumber: CNN World
Editor: Sangga Buana
