SAMPIT, Supersemar News – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kian memburuk. Di saat kualitas udara berada pada level yang berbahaya, ribuan pelajar SD dan SMP masih harus berangkat ke sekolah dan menghirup udara tercemar setiap hari, Senin 31 Agustus 2026.

‎​Sejak pagi, Kota Sampit diselimuti asap tebal. Jarak pandang menurun drastis hingga sejumlah pengendara terpaksa memperlambat laju serta menyalakan lampu kendaraan pada siang hari demi menghindari kecelakaan. Bau asap menyengat tercium hampir di seluruh penjuru kota dan membuat warga kesulitan bernapas tanpa masker.

‎​Di tengah kondisi tersebut, para orang tua mempertanyakan mengapa kegiatan belajar tatap muka masih berlangsung. Mereka menilai kesehatan anak-anak seolah dipertaruhkan di tengah bencana asap yang semakin parah.

‎​“Kabutnya tebal sekali. Anak saya tetap harus berangkat sekolah padahal udara seperti ini sangat tidak sehat,” ujar Rama warga Baamang.

‎​Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Data kualitas udara yang sempat terpantau melalui IQAir menunjukkan angka yang masuk kategori berbahaya di angka 768, dengan konsentrasi PM2.5 pada level yang dapat mengancam kesehatan kelompok rentan, termasuk anak-anak.

‎​Warga menilai pemerintah daerah belum menunjukkan langkah yang cukup tegas menghadapi situasi darurat asap. Karhutla masih terjadi di berbagai titik, sementara pelajar tetap menjalani aktivitas belajar di tengah paparan polusi udara yang pekat.

‎​Salah satu warga lainnya Surya mendesak pemerintah daerah segera mengambil keputusan sebelum muncul dampak kesehatan yang lebih luas. Mereka meminta kegiatan belajar dialihkan sementara ke rumah sampai kualitas udara kembali aman.

‎​“Jangan tunggu anak-anak sakit dulu baru bertindak. Keselamatan dan kesehatan mereka harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

‎​Di tengah kabut asap yang semakin pekat, tuntutan masyarakat hanya satu: lindungi pelajar dari paparan udara berbahaya, bukan memaksa mereka tetap berada di luar ruangan saat kualitas udara berada pada kondisi yang mengancam kesehatan.

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *