
SAMARINDA KOTA, Supersemar News – Sambil menunggu proses pembangunan gedung Sekolah Rakyat di kawasan eks lahan SKOI, Palaran, Pemerintah Kota Samarinda akan memanfaatkan Kampus Melati di Samarinda Seberang sebagai tempat belajar sementara bagi para siswa. Kegiatan belajar mengajar ditargetkan dimulai pada Juli 2025.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menjelaskan bahwa penggunaan Kampus Melati ini bersifat sementara sambil menunggu proses konstruksi gedung sekolah rampung.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Kampus Melati. Sebelum gedung sekolah rakyat dibangun, siswa akan mulai belajar di sana,” tegasnya.
Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial yang menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Samarinda menjadi salah satu dari tiga daerah di Kalimantan Timur yang terpilih dalam program ini, bersama Kabupaten Berau dan Kabupaten Paser.
Pembangunan sekolah ini akan dibiayai penuh oleh pemerintah pusat dengan anggaran sebesar Rp 280,7 miliar.
Pemerintah Kota Samarinda hanya bertugas menyiapkan lahan, yang saat ini telah ditentukan berada di sekitar Stadion Utama Palaran.
“Kami sudah mendapatkan spesifikasi teknis tanahnya dari pusat, karena seluruh pembiayaan berasal dari mereka,” ujar Andi Harun.
Setelah menggelar rapat dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, Pemkot akan mengadakan pertemuan lanjutan dengan Kementerian Sosial untuk menyampaikan dokumen persyaratan yang telah disiapkan.
Kepala Disdikbud Kota Samarinda, Asli Nuryadin, menambahkan bahwa rekrutmen siswa dilakukan berdasarkan data dari Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) Kota Samarinda.
Pada tahap pertama dan kedua, akan diterima masing-masing 50 siswa untuk jenjang SMP dan SMA.
“Kami prioritaskan siswa yang cukup usia dan berasal dari keluarga miskin. Proses perekrutan diharapkan bisa segera rampung agar manfaat program ini terlihat dalam empat hingga lima tahun ke depan,” ujarnya.
Setelah gedung sekolah selesai dibangun, Sekolah Rakyat juga akan membuka jenjang SD.
Gedung yang dirancang oleh pemerintah pusat ini nantinya akan mampu menampung hingga 2.000 siswa, dengan standar setara SMP 16 Terpadu di Loa Bakung.
“Sekolah ini akan menjadi salah satu sekolah berkualitas di Samarinda, dengan desain dan konsep yang disiapkan langsung oleh pemerintah pusat,” pungkas Asli.
(sapos.co.id)
(Lilis Susanti)