Sampah Jadi Energi: Indonesia Bisa Tiru China & Swedia

- Jurnalis

Minggu, 20 Juli 2025 - 16:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Tumpukan sampah di sekitar permukiman liar ini menjadi potret nyata tantangan pengelolaan limbah di Indonesia. Di baliknya, tersimpan potensi besar untuk diubah menjadi sumber energi alternatif seperti yang telah dilakukan China dan Swedia.

SUPERSEMAR NEWS — Banyak negara telah membuktikan bahwa sampah bisa menjadi sumber energi alternatif. Kini, saatnya Indonesia menyusul.

Negara Maju Ubah Sampah Jadi Energi

China memiliki lebih dari 300 fasilitas Waste-to-Energy (WtE). Kota seperti Shanghai menghasilkan listrik dari ribuan ton sampah per hari. Hal serupa terjadi di Swedia, yang bahkan mengimpor sampah dari Norwegia dan Inggris.

Baca Juga :  HUT TNI ke-81: Yusuf dan Jhansen Tegaskan TNI Bersama Rakyat

Jepang juga memanfaatkan insinerasi berteknologi tinggi dengan emisi minim. Sementara Singapura karena keterbatasan lahan, telah lama mengandalkan insinerator WtE.

Yang unik, Denmark membangun CopenHill, fasilitas WtE yang juga difungsikan sebagai area rekreasi dengan jalur ski dan taman di atapnya.

Peluang dan Tantangan Indonesia

Indonesia menghasilkan lebih dari 18 juta ton sampah per tahun. Sayangnya, baru 10% yang didaur ulang. Sisanya berakhir di TPA atau mencemari lingkungan.

Beberapa kota seperti Jakarta, Surabaya, dan Bali mulai merintis WtE. Namun, regulasi, dana, dan edukasi masyarakat menjadi tantangan utama.

Baca Juga :  SILATURAHIM SUPERSEMAR LAW FIRM DAN NEWS KE BAKAMLA RI, PERKUAT KOMUNIKASI DAN SINERGI ANTARLEMBAGA

Menurut Dr. Rimun Wibowo dari UIKA Bogor, Indonesia butuh komitmen pemerintah, pendanaan publik-swasta, dan perubahan perilaku masyarakat. Edukasi soal pilah sampah sejak rumah menjadi kunci utama.

Saatnya Ubah Paradigma

Mengubah sampah jadi energi bukan sekadar urusan teknis, tapi soal paradigma. Negara-negara lain telah sukses. Dengan gotong royong dan regulasi berani, Indonesia bisa menyusul.

Seperti kata Dr. Rimun, “Kalau China bisa, Singapura bisa, Indonesia pasti bisa.”

Sampah bukan beban. Ia bisa jadi awal dari energi baru—asal kita mau berubah.

Baca juga: Kolong Flyover Cileungsi Dibersihkan

SupersemarNewsTeam
SanggaBuana

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

POLSEK TAMBORA RESPONS CEPAT ADUAN WARGA, CEGAH KERIBUTAN KELUARGA DI PEKOJAN
BERHASIL TANGKAP PETINGGI KKB DAN REBUT KEMBALI SENJATA, PRAJURIT YONIF 9 MARINIR RAIH KPLB
KPK Tunggu Balasan TNI Terkait Dugaan 2 Prajurit Aktif di Kasus BNPB
Konser Andrea Bocelli di Borobudur Makin Dekat: MUI Tolak, Polda Jateng Sebut tak Ada Pembatalan
Letjen TNI Iwan Setiawan, dari Everest ke Kostrad
Gempa M 7,0 Guncang Tibet China
Enam Agama, Satu Kampus: Merawat Toleransi di IABN Sriwijaya Tangerang
KCIC mendukung mobilitas pelari Jakarta Running Festival melalui Whoosh
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:05 WIB

POLSEK TAMBORA RESPONS CEPAT ADUAN WARGA, CEGAH KERIBUTAN KELUARGA DI PEKOJAN

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:24 WIB

BERHASIL TANGKAP PETINGGI KKB DAN REBUT KEMBALI SENJATA, PRAJURIT YONIF 9 MARINIR RAIH KPLB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:18 WIB

KPK Tunggu Balasan TNI Terkait Dugaan 2 Prajurit Aktif di Kasus BNPB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:14 WIB

Konser Andrea Bocelli di Borobudur Makin Dekat: MUI Tolak, Polda Jateng Sebut tak Ada Pembatalan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Letjen TNI Iwan Setiawan, dari Everest ke Kostrad

Berita Terbaru

Berita utama

Letjen TNI Iwan Setiawan, dari Everest ke Kostrad

Jumat, 23 Okt 2026 - 09:10 WIB