
SAMPIT, Supersemar News – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terus berupaya meningkatkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui kegiatan kerja (giatja), pada Sabtu (7/3/2026).
Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah pelatihan keterampilan pembuatan meubel dan furnitur yang berlangsung di area bengkel kerja Lapas.
Dalam kegiatan ini, warga binaan memanfaatkan berbagai peralatan kerja yang cukup lengkap untuk mengolah bahan kayu menjadi berbagai produk furnitur yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.
Baca berita terbaru lainnya disini.
- TNI Evakuasi Pilot Amerika Serikat yang Tewas Ditembak dan Pesawatnya Dibakar di Papua
- Warga Jakarta Penghasil Banyak Sampah Bakal Diminta Bayar Iuran Lebih Mahal
- Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Kenegaraan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko di Istana Merdeka
- Bank Dunia Naikkan Status Vietnam dan Filipina Jadi Negara Berpendapatan Menengah Atas, Indonesia Kalah
- Pemkot Depok Buka Kembali Program Magang ke Jepang di 2027, Simak Cara Daftarnya!
Kegiatan pembinaan ini dilaksanakan oleh satu orang warga binaan yang berstatus tamping, yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan keterampilan meubel dan furnitur.
Dengan kemampuan yang dimiliki, tamping tersebut mampu mengerjakan berbagai proses pembuatan furnitur secara mandiri, mulai dari pemotongan, perakitan, hingga tahap finishing.
Selama kegiatan berlangsung, proses kerja diawasi langsung oleh Kasubsi Giatja Lapas Kelas IIB Sampit, Bapak Dwinarno, guna memastikan kegiatan berjalan dengan aman, tertib, serta sesuai dengan standar pembinaan yang ditetapkan.
Kalapas Kelas IIB Sampit dalam keterangannya menyampaikan bahwa program pembinaan kemandirian seperti keterampilan meubel dan furnitur sangat penting sebagai bekal bagi warga binaan setelah bebas nanti.
“Kami berkomitmen memberikan pembinaan yang bermanfaat agar warga binaan memiliki keterampilan yang dapat digunakan untuk bekerja atau membuka usaha setelah kembali ke masyarakat. Dengan adanya keterampilan ini, diharapkan mereka mampu hidup mandiri dan tidak kembali melakukan pelanggaran hukum,” ujar Kalapas.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik, situasi terpantau aman dan kondusif, serta memberikan hasil yang memuaskan dan bermanfaat bagi warga binaan.
(Fauji/*)
