SupersemarNews,Jakarta – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat bersama Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta menggelar rapat koordinasi lanjutan terkait penataan Maroedja Sport Park pada Senin (16/3).

Pertemuan tersebut menjadi langkah penting untuk mencari solusi pendanaan kreatif di tengah keterbatasan anggaran pembangunan tahap kedua yang diperkirakan baru dapat terealisasi pada 2027

.Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah menegaskan bahwa penataan kawasan Maroedja Sport Park tidak sekadar berkaitan dengan estetika, tetapi juga merupakan kebutuhan sosial masyarakat. Ia menilai kawasan yang dahulu dikenal sebagai Lapangan Bola Ki Amat itu memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi ruang aktivitas publik yang lebih representatif.

Menurut Iin, pengadaan lampu penerangan menjadi prioritas utama dalam rencana penataan. Keterbatasan pencahayaan saat ini membuat lapangan hanya dapat dimanfaatkan hingga sore hari, padahal aktivitas masyarakat pada malam hari dinilai memiliki dampak sosial yang signifikan

.Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dispora DKI Jakarta Muharram Fajar Nugraha menyebutkan bahwa keterbatasan anggaran melalui APBD mendorong pemerintah untuk mencari terobosan pendanaan yang lebih inovatif. Salah satu gagasan yang diusulkan adalah menjadikan Maroedja Sport Park sebagai landmark baru di Jakarta Barat melalui kerja sama dengan pihak ketiga.

Muharram juga mengusulkan skema naming rights atau hak penamaan kawasan, seperti yang telah diterapkan pada Taman Literasi Jakarta Selatan. Dengan lokasi yang berada di tepi jalan tol, ia menilai kawasan Maroedja Sport Park memiliki potensi nilai komersial yang cukup tinggi, terutama dari sisi pemasangan iklan

.Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Barat Imron S. menambahkan bahwa fokus dukungan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) saat ini diarahkan pada pengadaan lampu penerangan serta videotron di dua titik strategis, yakni di sekitar Kantor Wali Kota dan kawasan Meruya yang menghadap jalan tol.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri sejumlah perusahaan kolaborator, antara lain PT Prima Promosindo Media, PT Petraco, PT PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat, PT PLN UP3 Kebon Jeruk, serta PT Mayora Indah Tbk.Para perusahaan tersebut menyambut positif ajakan kolaborasi yang disampaikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui forum rapat koordinasi tersebut.

Hasil pembahasan rapat selanjutnya akan disusun menjadi laporan untuk disampaikan kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung

.Sumber: Kota Jakarta Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *