
JAKARTA, Supersemar News – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pencak silat bukan hanya sekadar olahraga, namun cerminan jati diri dan karakter bangsa Indonesia.
Menurut dia, pencak silat merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya bangsa yang mengandung nilai-nilai luhur, seperti keberanian, kehormatan, kerendahan hati, serta komitmen untuk membela kebenaran dan keadilan.
β”Pencak silat itu bagian dari budaya kita dan pencak silat itu bagian daripada ilmu kesatria,” kata Prabowo saat Mubas XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di JICC Jakarta, Sabtu (11/4/2026).
βDia menekankan bahwa seorang pendekar tidak hanya dituntut kuat secara fisik, namun juga memiliki kekuatan jiwa, akhlak, dan keimanan. Prabowo mengingatkan bahwa semakin tinggi ilmu seseorang, semakin besar pula tuntutan untuk bersikap rendah hati.
β”Ajaran guru-guru kita semakin berisi, semakin menunduk. Ilmu kita adalah demikian. Kerendahan hati, bukan kerendahan diri. Kita hormat, sopan, santun, itu adalah budaya kita. Kesatria, pendekar, selalu membela kebenaran, selalu membela yang lemah, selalu membela yang tertindas, selalu membela keadilan, selalu membela kebenaran,” jelasnya.
βDia menyoroti pentingnya kebanggaan terhadap budaya sendiri di tengah arus globalisasi. Prabowo mencontohkan dirinya selalu bangga menggunakan pakaian-pakaian dari berbagai daerah dalam acara kebangsaan.
β”Kita bangga pakai teluk belanga, kita bangga pakai kopiah, kita bangga pakai sarung, kita bangga pakai songket. Ini budaya kita. Kau lihat sudah berapa Presiden, sebelum saya Presiden Jokowi, saya. Tiap hari kebangsaan kita pakai pakaian kita sendiri dari macam-macam daerah. Mungkin bulan ini atau tahun ini kita pakai dari daerah ini, kita gantian. Kita bangga dengan budaya kita sendiri,” tutur Prabowo.
βIndonesia Tak Boleh Inferior dari Budaya Asing
βLebih lanjut, Prabowo mengingatkan bahwa bangsa Indonesia tidak boleh kehilangan jati diri atau merasa inferior terhadap budaya asing. Sebagai bangsa yang selalu menghormati semua negara dan bangsa, dia juga mengingatkan agar tidak melupakan penghormatan pada bangsa sendiri.
β”Bangsa yang besar, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati, bangsa yang menghormati budaya sendiri. Bangsa yang menghormati orang tuanya, leluhurnya,” pungkas Prabowo.
(Dasen CM)
