TNI AD Sikat Mafia Werfing! Seleksi MI Catar Diperketat Syarat IQ Minimal 110


JAKARTA, Supersemar News – Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko selaku Ketua Panitia Seleksi Integratif Tingkat Daerah (Panselinda) Makassar memastikan pihaknya akan terus memerangi “mafia werfing” untuk penerimaan calon taruna (catar) akademi TNI.

‎Hal ini dikatakannya saat melakukan sidak terhadap pelaksanaan tes Mental Ideologi (MI) penerimaan Catar Akademi TNI Tahun Anggaran 2026 di Balai M. Yusuf, Jl. Jenderal Sudirman, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (8/6).

‎Nawoko pada kesempatan tersebut menjelaskan bahwa peserta yang mengikuti tes MI merupakan calon taruna yang telah melewati sejumlah tahapan seleksi ketat, mulai dari pemeriksaan kesehatan pertama, psikologi, hingga tes kesamaptaan jasmani.

‎“Dari total 420 pendaftar, kini tersisa 96 peserta yang berhak mengikuti wawancara Mental Ideologi secara tertutup oleh tim penguji dari matra Darat, Laut, dan Udara,” kata Nawoko dikutip keterangan Penkodam XIV/Hasanuddin, Selasa (9/6).

‎Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa seluruh proses seleksi dilaksanakan dengan standar yang ketat dan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk persyaratan nilai Intelligence Quotient (IQ) minimal 110 untuk dapat melanjutkan ke tahap berikutnya. Kepada seluruh panitia seleksi, ia mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme selama pelaksanaan seleksi.

‎“Kalian sudah disumpah untuk melaksanakan seleksi sesuai dengan standar operasional dan ketentuan yang berlaku, artinya apa di sini tidak boleh ada niat sekecil apapun kalian untuk mengambil keuntungan dari seleksi ini,” tegas Nawoko.

‎Ajak Peserta Bantu Perangi Mafia Werfing

‎Di hadapan para peserta, Nawoko mengajak para peserta untuk turut membantu memerangi “mafia werfing” dengan menyampaikan kepada masyarakat bahwa proses masuk TNI tidak dipungut biaya.

‎“Yang bisa meluluskan diri kalian atau tidak meluluskan adalah diri kalian sendiri. Ingat ini. Saya tidak bisa perang sendirian melawan mafia werfing. Untuk itu saya minta bantuan kepada kalian untuk membantu saya memerangi mafia werfing ini dengan cara menyampaikan kepada orang tua kalian bahwa masuk TNI itu gratis, tidak dipungut biaya, ” ajak Nawoko.

‎Ia mengatakan bahwa TNI tidak akan mengorbankan instansi yang besar ini dan sangat dipercaya oleh rakyat untuk merekrut para prajuritnya yang tidak memenuhi syarat.

‎“Kalian nanti akan menjadi calon-calon pemimpin masa depan TNI, kalianlah yang akan membawa TNI ke depan menjadi lebih hebat. Besar harapan saya bahwa seleksi ini transparan, adil dan tidak merugikan siapapun. Saya tidak memiliki kepentingan untuk membantu siapa pun di sini,” tutup Nawoko.

‎Sekadar informasi, mafia werfing adalah istilah yang merujuk pada sindikat calo atau oknum penipu yang memanfaatkan proses seleksi penerimaan institusi negara, khususnya pendaftaran anggota TNI atau Polri, dengan menjanjikan kelulusan kepada peserta melalui imbalan sejumlah uang.

Sumber : Indonesiadefence.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *