Sudah 100 Tahun Hilang, Akhirnya Ditemukan di Wilayah Indonesia


JAKARTA, Supersemar News – Spesies burung langka terlihat di Pulau Buru, Indonesia dalam sebuah ekspedisi selama 14 hari. Blue-fronted lorikeet yang hanya di Indonesia ini terakhir kali ditemukan 100 tahun lalu.
‎Sebelumnya spesies ini pertama kali dideskripsikan dari tujuh spesimen pada 1920-an. Pada 2014 sebuah foto yang diambil oleh Craig Robson dalam tur Birdquest memperlihatkan keberadaannya.

‎Pada April 2026 dilakukan perjalanan ke wilayah Gunung Kapalatmada. Sekelompok pengamat berhasil melihat langsung dua burung Blue-fronted lorikeet.

‎”Kami melihat dua burung kecil terbang ke pohon di dekatnya, jadi saya mengambil teropong untuk melihat jenis burung apa salah satunya. Saya senang saat menyadari itu burung blue-fronted lorikeet,” jelas Direktur Pencarian Burung Hilang, John C. Mittermeier, dikutip dari IFL Science, Kamis (18/6/2026).

‎Warna burung itu tidak seperti namanya biru, melainkan hijau limau terang dengan paruh oranye. Sayangnya, mereka tidak sempat memotret karena burung itu terbang terlalu cepat.

‎Beberapa hari kemudian, burung lorikeet lain kembali muncul dan berhasil diambil gambarnya. Ini menjadi foto baru pertama sejak 2014 lalu.

‎Tim ekspedisi juga berhasil merekam suara burung tersebut. Namun mereka tak yakin berapa banyak burung lorikeet yang tersisa hingga kini.

‎Koordinator Maluku di Burung Indonesia, Benny A. Siregar mengatakan tantangan keberadaan Lorikeet berasal dari deforestisasi dan aktivitas pertambangan.

‎”Catatan penampakan yang langka menunjukkan penggunaan habitat yang terbatas,” ucapnya.

‎Temuan burung langka ini menyoroti cara spesies bisa bertahan hidup, meskipun berada di lokasi terpencil. Termasuk juga menjadi tantangan untuk bisa melestarikan hutan.

‎”Saya berharap lebih banyak orang bisa melihat dan mempelajari lebih lanjut soal burung-burung ini. Pada saat bersamaan juga berharap lebih banyak orang peduli dan berpartisipasi dalam melestarikan hutan yang tersisa di Pulau Buru,” kata pemandu dan pemimpin tur Birdtour Asia, Sumaraja.

Sumber : CNBC Indonesia


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *