Supersemar News – Malam yang seharusnya menjadi malam yang indah itu berakhir dengan tragedi bagi Cristiano Ronaldo. Bintang sepak bola berusia 41 tahun itu tersingkir bersama timnas Portugal oleh Spanyol pada Piala Dunia Senin malam, sehingga mimpinya untuk menjadi juara dunia pun sirna selamanya.

‎Pikiran itu jelas sangat memengaruhi Ronaldo, yang berdiri di lapangan dengan air mata setelah peluit akhir dibunyikan. Empat tahun lagi, saat Piala Dunia digelar di Portugal, Spanyol, dan Maroko, Ronaldo akan berusia 45 tahun dan karenanya tidak akan lagi ikut serta.

‎Di kubu Spanyol, suasana sangat meriah—mereka lolos ke perempat final—namun ada satu pemain yang langsung memperhatikan Ronaldo: Lamine Yamal. Pemain muda berusia 18 tahun itu menghampiri Ronaldo dan memberinya pelukan yang menghangatkan hati.

‎Momen tersebut diperhatikan oleh banyak penonton, dan foto Yamal serta Ronaldo yang saling berpelukan pun langsung menjadi viral. Di media sosial, Yamal dibanjiri pujian: para penggemar menyebutnya sebagai ‘kelas dunia’.

‎Lama kelamaan, pertandingan antara Portugal dan Spanyol tampak akan berlanjut ke babak perpanjangan waktu, tetapi pada masa tambahan waktu babak kedua, tim Spanyol tiba-tiba mendapat keberuntungan. Ferran Torres mengoper bola kepada Mikel Merino yang berhadapan satu lawan satu dengan kiper: 0-1. Artinya, mimpi Piala Dunia Ronaldo pun berakhir.

‎“Dia tidak mengatakan bahwa dia tidak akan lagi bermain di Kejuaraan Eropa,” kata Wim Kieft di studio NOS. “Jadi, itu masih mungkin. Saat itu dia akan berusia 43 tahun, pasti tidak mungkin… Dia memang keras kepala. Tapi tidak, dia benar-benar tidak bisa lagi bermain di level ini.”

Sumber : goal.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *