
SAMPIT, Supersemar News– Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor mengungkapkan pemerintah daerah terus berupaya mencari tambahan sumber pendanaan dari pemerintah pusat sekaligus menarik investasi guna menjaga keberlangsungan pembangunan di tengah tekanan fiskal yang dihadapi daerah.
Hal tersebut disampaikan Halikinnor saat coffee morning bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala OPD, instansi vertikal, perbankan dan sejumlah pemangku kepentingan di Rumah Jabatan Bupati, Senin 3 Agustus 2026.
Halikinnor mengatakan dirinya lebih banyak berada di luar daerah dalam beberapa waktu terakhir. Selain menjalani pengobatan dan pemulihan kesehatan, ia juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membangun komunikasi dengan kementerian, anggota DPR RI hingga berbagai jaringan di tingkat pusat guna memperjuangkan masuknya program pembangunan ke Kotim.
”Saya lebih banyak berada di Jakarta untuk mencari sumber-sumber pendanaan. Mudah-mudahan ada beberapa kegiatan yang bisa masuk ke daerah kita karena kondisi fiskal saat ini memang cukup berat,” katanya.
Menurut Halikinnor, kemampuan keuangan daerah saat ini mengalami tekanan akibat berkurangnya transfer dari pemerintah pusat.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, alokasi Dana Alokasi Umum (DAU) yang sebelumnya sekitar Rp970 triliun secara nasional turun menjadi sekitar Rp600 triliun, atau berkurang sekitar Rp360 triliun.
Namun, ia memperoleh informasi bahwa pada perubahan anggaran pemerintah pusat berencana menambah alokasi sekitar Rp92 triliun. Dana tersebut nantinya akan diperebutkan oleh 416 kabupaten, 93 kota, dan 38 provinsi di seluruh Indonesia.
”Karena itu kita harus aktif memperjuangkan agar daerah mendapat bagian dari tambahan anggaran tersebut. Kita tidak bisa hanya menunggu,” ujarnya.
Selain mengupayakan tambahan dana dari pusat, Pemkab Kotim juga terus membuka peluang investasi. Menurut Halikinnor, masuknya investor akan menjadi salah satu solusi untuk menggerakkan perekonomian, membuka lapangan kerja, sekaligus meningkatkan pendapatan daerah.
Ia menambahkan, beroperasinya penerbangan Super Air Jet setiap hari di Bandara H Asan Sampit menjadi modal penting dalam meningkatkan daya tarik investasi karena akses menuju Kotim kini semakin mudah dan lebih kompetitif.
”Kita berharap transportasi udara yang semakin baik dapat mendukung masuknya investasi sehingga pembangunan daerah bisa terus berjalan meski kondisi fiskal sedang menantang,” pungkasnya.
