SAMPIT, Supersemar News – Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, kembali membagikan masker gratis kepada masyarakat sebagai langkah mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap yang dipicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Kegiatan pembagian masker ini sudah kami lakukan sebanyak tiga kali, yakni pada 28 Juli, 29 Juli, dan hari ini 6 Agustus. Besok, 7 Agustus, kegiatan kembali dilaksanakan di titik yang sama,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kotim Nugroho Kuncoro Yudho di Sampit, Kamis.

Ia menyebutkan, aksi pembagian masker dimulai sejak pukul 06.00 WIB dengan melibatkan sejumlah petugas yang ditempatkan di empat lokasi strategis.

Titik tersebut berada di Jalan Jenderal Sudirman kawasan Islamic Center Sampit, simpang Jalan Tjilik Riwut-Jalan Tidar, simpang Jalan Ahmad Yani-Jalan HM Arsyad, serta simpang Jalan MT Haryono-Jalan Suprapto.

Petugas membagikan masker kepada pengendara maupun masyarakat yang melintas di lokasi tersebut. Pemilihan waktu pagi dilakukan karena bertepatan dengan tingginya mobilitas warga yang berangkat bekerja, sekolah maupun beraktivitas sehari-hari.

Program itu dijadwalkan berlangsung selama dua hari. Setelah pelaksanaan pada 6 Agustus, pembagian masker akan kembali dilakukan pada 7 Agustus 2026 dengan sasaran lokasi yang sama agar semakin banyak masyarakat memperoleh perlindungan dari paparan asap.

Nugroho menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Dinkes Kotim menekan dampak kesehatan akibat kabut asap, terutama meningkatnya risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), sekaligus membangun kesadaran masyarakat untuk selalu mengenakan masker ketika berada di luar rumah.

“Dalam setiap kegiatan kami menyiapkan 100 kotak masker anak dan 40 kotak masker dewasa untuk dibagikan secara gratis kepada masyarakat,” sebutnya.

Ia menyampaikan, hingga pelaksanaan pada 6 Agustus, total masker yang telah disalurkan mencapai 420 kotak. Jumlah itu terdiri atas 300 kotak masker dewasa dan 120 kotak masker anak yang telah diterima masyarakat sejak kegiatan pertama digelar pada akhir Juli lalu.

Namun, ia mengungkapkan Dinkes Kotim mulai menghadapi keterbatasan persediaan. Stok masker dewasa di gudang kini tersisa sekitar 15 dus atau sekitar 750 kotak, sedangkan masker anak telah habis sehingga penyaluran berikutnya harus disesuaikan dengan ketersediaan logistik.

“Karena stok masker terbatas, kemungkinan penyaluran berikutnya akan difokuskan melalui puskesmas bagi pasien yang mengalami gangguan pernapasan, sambil menunggu proses pengadaan atau tindak lanjut berikutnya,” ucapnya.

Ia menambahkan langkah tersebut dipilih agar persediaan masker yang masih tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih efektif bagi kelompok masyarakat yang paling membutuhkan, khususnya warga yang memiliki keluhan kesehatan akibat paparan kabut asap.

Disamping itu, Dinkes Kotim saat ini sedang berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah dan Pusat Krisis Kesehatan agar mendapatkan pasokan masker.

Dinkes Kotim juga terus mengingatkan masyarakat agar membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap semakin pekat. Apabila harus beraktivitas di luar rumah, warga diminta menggunakan masker dengan benar untuk mengurangi risiko menghirup partikel berbahaya.

Selain itu, masyarakat diimbau segera mendatangi puskesmas, klinik atau rumah sakit terdekat apabila mengalami gejala seperti batuk, sesak napas, iritasi mata maupun keluhan pernapasan lainnya.

“Penanganan sejak ini penting untuk mencegah kondisi kesehatan memburuk selama musim kemarau dan meningkatnya kejadian karhutla di wilayah Kotawaringin Timur,” demikian Nugroho.

Sumber : ANTARANews Kalteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *