BANDUNG, Supersemar News — Presenter dan komedian, Abdel Achrian, sangat bangga putrinya diterima sebagai mahasiswa baru Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2026. Hal itu disampaikan di sela-sela kegiatan Penyambutan Anggota Baru Ikatan Orang Tua Mahasiswa (IOM) ITB 2026, di ITB Kampus Ganesha, Bandung, Rabu (5/8/2026).

Bagi pria yang akrab disapa Cing Abdel ini, keberhasilan anaknya berkuliah di ITB menjadi pencapaian bersejarah tersendiri bagi keluarga besarnya.

“Pasti saya senang banget ya, bisa diterima anaknya di ITB. Ini jadi membanggakan buat keluarga besar saya juga, karena kayaknya ini ‘pecah telur’ keluarga besar saya ada yang masuk ITB, dan itu anak saya,” ujarnya.

Pendampingan Orang Tua sebagai Partner Mahasiswa

Menanggapi pola pendampingan anak di jenjang perguruan tinggi, Abdel menyoroti pentingnya keterlibatan dan pemantauan dari orang tua secara bijak. Menurutnya, meski mahasiswa sudah beranjak dewasa dan dituntut mandiri, sistem monitoring perkembangan akademik yang disediakan pihak kampus tetap memiliki peran vital.

Abdel membandingkan pengalaman masa lalunya saat menjadi mahasiswa dengan sistem pendidikan modern saat ini. Ia menilai, pemantauan bertahap dari semester ke semester memicu rasa tanggung jawab moral serta akademik yang lebih tinggi pada diri mahasiswa.

“Dulu waktu kita dilepas begitu aja sama orang tua, saya sih ngerasain jadi mahasiswa ya terserah saya, enggak ada monitor perkembangan semester ke semester. Akhirnya bisa bikin kita sebagai mahasiswa kurang tanggung jawab ke orang tua, padahal orang tua masih membiayai. Jadi, ada fasilitas pemantauan seperti ini bukan buat ikut campur urusan kuliah, tapi untuk memonitor perjalanannya. Kita jadi partner anak,” katanya.

IOM ITB: Wadah Gotong Royong dan Kepedulian Sosial

Selain memberikan apresiasi atas sistem pemantauan perkembangan akademik kampus, Abdel juga membagikan pandangannya mengenai peran Ikatan Orang Tua Mahasiswa (IOM) ITB.

Abdel mengatakan, IOM ITB yang sudah ada selama 58 tahun ini membawa misi sosial yang sangat besar, yaitu saling menopang antar sesama keluarga mahasiswa. Data menunjukkan bahwa hampir separuh dari total mahasiswa ITB membutuhkan bantuan subsidi pendidikan.

Sekitar 80 hingga 90 persen kegiatan IOM difokuskan pada penggalangan dana dan penyaluran beasiswa. Tujuannya untuk memastikan mahasiswa yang berpotensi tinggi namun menghadapi kendala finansial dapat menyelesaikan studi mereka hingga tuntas tanpa hambatan biaya.

“Ini tempat yang bagus banget buat kita yang merasa punya kemampuan untuk berbagi. Besarnya berapa itu relatif, tapi kepedulian kita sebagai orang tua supaya anak-anak yang ada di ITB bisa selesai kuliah tanpa perlu pusing memikirkan kendala biaya, ini perlu banget,” ujarnya.

Sumber : Institut Teknologi Bandung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *