PEKANBARU, Supersemar News – Atlet dan pelatih Provinsi Riau menagih janji pemerintah untuk segera membayarkan bonus PON Aceh-Sumut dan Peparnas 2024.
Berbagai upaya telah dilakukan dalam menagih janji tersebut, salah satunya melakukan aksi demonstrasi sebagai puncak kekesalan para atlet dan pelatih.

Demo dilakukan di kawasan Stadion Utama Riau di Pekanbaru, saat Pemerintah Provinsi (Pemprov) mengadakan acara senam bersama.

Pelatih atlet cabang olahraga tinju, Darman mengatakan bahwa demo ini untuk menuntut kekurangan bonus yang belum diselesaikan.

“Katanya mau diselesaikan Maret 2026, kalau tidak salah sebelum Lebaran. Kemudian, triwulan kedua kalau tidak Juni atau Juli, tetapi sampai sekarang belum juga selesai,” ujar Darman saat diwawancarai Kompas.com usai demo, Kamis (6/8/2026).

Darman menyebut, bonus yang belum dicairkan berdampak besar terhadap kehidupan atlet yang berjumlah 200 orang ini.

Atlet sangat membutuhkan bonus itu untuk biaya hidup dan untuk berlatih sehari-hari.

“Atlet ini banyak yang tidak punya pekerjaan. Sekarang ini ada yang ojek online, jualan dan sebagainya,” ucap Darman.

Jika bonus sudah dicairkan, lanjut dia, atlet kembali bisa fokus berlatih, terutama untuk persiapan Pra PON tahun depan.

Darman menanggapi soal pernyataan Pemprov Riau yang menyebut bonus belum dicairkan karena efisiensi anggaran.

Menurutnya, semua provinsi mengalami defisit anggaran, tetapi mengapa hanya Riau yang belum selesai pembayaran bonus atlet.

“Hanya Riau yang belum selesai pembayaran bonus. Sementara daerah lain yang PAD-nya jauh lebih rendah dari Riau, sudah selesai tahun 2025, sedangkan Riau dikenal daerah kaya. Contohnya, kalau kita jumpa kawan-kawan di luar daerah, mereka bilang Riau ini kaya sekali. Makanya kita malu rasanya urusan bonus belum juga selesai,” ujar Darman.

Ia berharap kepada pemerintah untuk dapat menyelesaikan bonus atlet.

Sebab, mereka sudah berjuang memberikan yang terbaik untuk mengharumkan nama Bumi Lancang Kuning.

“Jujur saja tadi saya mau menangis melihat perjuangan kawan-kawan atlet. Kampung mereka jauh di luar Kota Pekanbaru. Mereka datang jauh-jauh ke sini untuk mendapatkan haknya, karena mereka sudah berbuat. Dia tidak minta-minta, tapi haknya diberikan, itu yang diharapkan,” kata Darman.

Namun, sepanjang demo berlangsung, pihak yang diharapkan tidak kunjung datang.

“Plt Gubernur Riau tidak datang menemui kami, malah memimpin senam bersama di stadion ini. Jadi didelegasikan kepada Kadispora,” ucap Darman.

Sumber : Kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *