JAKARTA, Supersemar News – Mengelola sendiri tempat wisata Prikitiew Land di daerah Subang, Jawa Barat, Sule memberikan berbagai kemudahan untuk pengunjung.

Selain akses jalan menuju tempat wisata yang sudah memadai, Sule juga tak menerapkan banyak larangan untuk pengunjung.

Memasang tarif masuk Rp 18.000, Sule membebaskan pengunjung yang ingin membawa makanan dan minuman.

“Boleh (bawa makanan), tikar panjang, kompor, bebas. Bawa galon kan orang kampung banyak,” kata Sule di Taulany tv.

“Gratis (mau duduk di mana pun), mau foto, enggak bayar,” jelas Sule.

Sule hanya menerapkan tarif tambahan jika pengunjung ingin memakai kolam renang atau perahu gowes.

Menurut Sule, tiketnya pun tidak mahal, hanya Rp 10.000 untuk bisa menikmati kolam renang.

Teguran untuk pedagang
Agar pengunjung nyaman, Sule juga memberikan pengertian dan teguran keras pada pedagang yang mau berdagang di dalam tempat wisata miliknya.

“‘Pak kalau dibolehin makan, kita enggak ini (ada keuntungan),'” ujar Sule menirukan ucapan kekhawatiran seorang pedagang.

“Rezeki udah ada yang ngatur. Itu buktinya, kalau lagi event gede, lo untung gede,” imbuhnya dikutip HAS Creative.

Sule yakin, meskipun membawa bekal sebanyak apa pun, mereka pasti akan membeli makanan maupun minuman dari pedagang di sana.

Ia juga menerapkan harga yang wajar untuk pedagang yang menjual makanan maupun minuman.

Sule membangun Prikitiew Land secara tidak sengaja.

Proyek wisata tersebut justru bermula dari utang pemilik Taman Anggur sebesar Rp 2 miliar kepada Sule sebagai investor.

Pemilik Taman Anggur kemudian tak sanggup membayar utang investasi kepada Sule, dan akhirnya memutuskan menjual lahan itu kepada Sule, dengan tujuan agar pembayaran utangnya dipotong dari hasil penjualan tersebut.

Sumber : Kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *