JAKARTA, Supersemar News – Emiten penyedia materi iklan dan percetakan milik selebritas Raffi Ahmad & Nagita Slavina, PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) akan mengakuisisi PT Hasna Medika Bakti Cirebon, perusahaan pengelola Rumah Sakit Jantung Hasna Medika Cirebon, Jawa Barat.

‎​Pada 20 Agustus 2026, perseroan telah menandatangani Perjanjian Pemesanan Saham Bersyarat (Conditional Share Subscription Agreement/CSSA) dengan PT Hasna Medika Bakti Cirebon (HMBC) dan Perjanjian Penjualan dan Pembelian Saham Bersyarat (Conditional Shares Sale and Purchase Agreement/CSPA) dengan Hasna Medika Utama Group untuk mengakuisisi 72,91% saham HMBC.

‎​Rinciannya, VISI akan mengambil bagian atas 142.393 saham baru (65%) yang diterbitkan HMBC, dan membeli 17.325 saham HMBC milik Hasna Medika Utama Group. “Nilai total transaksi atas rencana pengambilalihan HMBC oleh perseroan sebagaimana termaktub dalam CSSA dan CSPA adalah sebesar Rp286 miliar,” tulis manajemen VISI dalam prospektus yang dipublikasi, Selasa (25/8/2026).

‎​Bersamaan dengan pelaksanaan akuisisi, HMBC juga akan melaksanakan konversi utang yaitu restrukturisasi dan konversi atas utang HMBC kepada Pieter Tanuri, Roy Himawan, dan Darwin Cyrill Noerhadi (yang masing-masing merupakan pemegang saham dan/atau para pengurus eksisting HMBC) dengan total nilai keseluruhan sebesar Rp33,45 miliar.

‎​Nilai utang tersebut akan dikonversi menjadi 18.692 saham baru HMBC yang akan diterbitkan kepada ketiga pemegang saham tersebut secara proporsional sesuai nilai piutang yang dimiliki masing-masing.

‎​Manajemen Satu Visi menyebut, penyelesaian akuisisi HMBC akan diikuti dengan perubahan terhadap kegiatan usaha VISI. Di mana perseroan berencana menambah kegiatan usaha berupa aktivitas perusahaan induk (holding).

‎​Selanjutnya, perseroan akan beroperasi secara eksklusif sebagai perusahaan holding, sedangkan kegiatan usaha operasional akan dilakukan melalui anak perusahaannya.

‎​Perseroan berkeyakinan bahwa rencana perubahan kegiatan usaha ini akan memberikan manfaat berupa peningkatan kinerja dan profitabilitas perusahaan, mendukung pertumbuhan jangka panjang, serta memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.
‎​Perubahan kegiatan usaha ini rencananya dilakukan pada kuartal IV-2026, yaitu selambat-lambatnya pada tanggal 23 Oktober 2026.

‎​Gelar Private Placement

‎​Sejalan dengan rencana akuisisi tersebut, VISI berencana melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD/private placement) dengan mengeluarkan 307,5 juta saham baru. Apabila mengacu pada harga saham VISI pada penutupan perdagangan Senin (24/8/2026) yang sebesar Rp890 per saham, perseroan berpotensi meraup dana hingga Rp273,67 miliar dari hasil private placement.

‎​“Seluruh dana dari pelaksanaan PMTHMETD akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan guna mendukung kegiatatan serta pengembangan bisnis perseroan, salah satunya dalam bentuk penyertaan saham dalam perusahaan yang bergerak di bidang usaha sektor kesehatan (healthcare),” tulis manajemen VISI dalam prospektusnya.
‎​Untuk memuluskan aksinya, perseroan akan meminta restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Independen pada 30 September 2026.

Sumber : Investor.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *