SAMPIT, Supersemar News — Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Cabang Kabupaten Kotawaringin Timur menggelar Syukuran Warga Baru Tahun 2026 sebagai momentum ungkapan rasa syukur sekaligus penguatan tali persaudaraan setelah proses pengesahan warga baru.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu malam Ahad/Minggu, 29 Agustus 2026, mulai pukul 19.22 WIB hingga selesai, bertempat di Padepokan SH Terate Cabang Kabupaten Kotawaringin Timur, Jalan Sekar Arum Nomor 51, Sampit.

Syukuran ini diikuti keluarga besar SH Terate Cabang Kabupaten Kotawaringin Timur dari berbagai ranting dan komisariat yang tersebar di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Sebanyak 415 warga baru SH Terate Tahun 2026 menjadi bagian penting dalam momentum tersebut.

Kegiatan syukuran tidak hanya ditempatkan sebagai seremoni setelah pengesahan, tetapi juga menjadi ruang refleksi dan konsolidasi nilai. Para warga baru diharapkan memahami bahwa menjadi warga SH Terate bukan sekadar memperoleh status keanggotaan, melainkan memasuki fase baru dalam proses pembentukan karakter, kedewasaan sosial, tanggung jawab, serta pengamalan nilai persaudaraan.

Sebelumnya, SH Terate Cabang Kabupaten Kotawaringin Timur pada Juli 2026 telah melaksanakan pengesahan warga baru Tingkat I. Pemberitaan mengenai proses tersebut mencatat jumlah 417 warga baru yang disahkan pada 11–12 Juli 2026.

Rangkaian acara syukuran diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian kesan dan pesan dari warga baru Tahun 2026.

Sesi tersebut menjadi salah satu bagian penting karena memberikan kesempatan kepada warga baru untuk menyampaikan pengalaman selama mengikuti proses latihan, pembinaan, pendadaran hingga pengesahan. Pengalaman tersebut sekaligus menjadi refleksi bahwa proses menjadi warga SH Terate membutuhkan ketekunan, kedisiplinan, kesabaran, serta komitmen untuk terus belajar.

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua SH Terate Cabang Kabupaten Kotawaringin Timur, Kangmas Susanto, SH, kemudian doa bersama, pemotongan tumpeng, istirahat, dan penutup.
Pemotongan tumpeng menjadi simbol rasa syukur atas terselenggaranya seluruh tahapan pembinaan warga baru sekaligus menjadi representasi harapan agar perjalanan para warga baru setelah pengesahan senantiasa mendapatkan keberkahan dan kemudahan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Ketua SH Terate Cabang Kabupaten Kotawaringin Timur, Kangmas Susanto, SH, menjelaskan bahwa penyelenggaraan syukuran memiliki latar belakang yang lebih luas daripada sekadar perayaan setelah pengesahan.

Menurutnya, proses pengesahan warga baru merupakan tahapan penting dalam perjalanan seorang anggota SH Terate. Setelah melewati proses tersebut, para warga baru perlu mendapatkan ruang untuk membangun kesadaran bahwa status sebagai warga membawa konsekuensi moral dan sosial.

“Syukuran ini merupakan bentuk rasa syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa atas seluruh rangkaian proses pembinaan dan pengesahan warga baru tahun 2026 yang telah berjalan dengan baik. Namun, yang lebih penting, kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan dan menyatukan seluruh warga dari berbagai ranting dan komisariat,” ujar kang mas Susanto.

Ia menegaskan bahwa 415 warga baru yang hadir dalam momentum syukuran tersebut merupakan bagian dari proses kaderisasi organisasi yang harus dijaga secara berkelanjutan.

“Menjadi warga baru bukan berarti proses belajar selesai. Justru setelah pengesahan, perjalanan yang sebenarnya dimulai. Mereka harus mampu mengamalkan nilai-nilai SH Terate dalam kehidupan sehari-hari, menjaga nama baik organisasi, menghormati sesama, serta menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat,” katanya.

Dalam perspektif pendidikan karakter, pesan tersebut menunjukkan bahwa proses pembinaan dalam organisasi tidak berhenti pada penguasaan keterampilan teknis. Pembentukan karakter membutuhkan proses berkelanjutan melalui keteladanan, pembiasaan, pengendalian diri, tanggung jawab, dan interaksi sosial.
Nilai tersebut sejalan dengan orientasi SH Terate yang menempatkan pembentukan manusia berbudi luhur, memahami benar dan salah, serta bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai bagian penting dari tujuan pendidikan organisasi.

Kehadiran 415 warga baru dari berbagai ranting dan komisariat di Kabupaten Kotawaringin Timur menunjukkan keberlanjutan proses kaderisasi SH Terate di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Bagi organisasi, pertumbuhan jumlah warga bukan semata-mata indikator kuantitatif. Pertambahan anggota harus diikuti peningkatan kualitas sumber daya manusia, kedisiplinan organisasi, kedewasaan dalam bersikap, serta kemampuan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan.

Kang Mas Susanto mengatakan, keberadaan warga baru tersebut menjadi amanah bersama bagi seluruh jajaran pengurus, dewan, pelatih, pengesah, ranting, komisariat, hingga warga senior untuk terus memberikan pembinaan.

“Harapan kami, warga baru tahun 2026 mampu menjadi generasi yang rendah hati, memiliki tanggung jawab, tidak mudah terprovokasi, serta mampu menempatkan ilmu pencak silat sebagai sarana untuk menjaga diri dan membantu sesama,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan agar seluruh warga SH Terate Cab Kab Kotawaringin Timur senantiasa menjaga persatuan dan tidak menjadikan perbedaan sebagai sumber konflik.

“Persaudaraan harus menjadi kekuatan. Kita ingin warga SH Terate mampu hadir di tengah masyarakat sebagai pribadi yang santun, berkarakter, cinta persatuan, menghormati hukum, dan memberikan manfaat,” tambahnya.

Dalam konteks sosial, padepokan tidak hanya berfungsi sebagai tempat latihan pencak silat. Padepokan juga dapat menjadi ruang pendidikan informal yang mempertemukan berbagai latar belakang sosial melalui aktivitas pembinaan, silaturahmi, olahraga, seni, spiritualitas, dan pengembangan karakter.

Karena itu, syukuran warga baru 2026 memiliki dimensi sosial yang cukup kuat. Para warga SH Terate dari berbagai wilayah di Kabupaten Kabupaten Kotawaringin Timur berkumpul dalam suasana persaudaraan, mengesampingkan perbedaan latar belakang, dan membangun komunikasi antarsesama.

Semangat tersebut menjadi penting di tengah masyarakat yang semakin kompleks. Organisasi sosial dan komunitas dapat berperan sebagai ruang pembelajaran sosial, khususnya dalam membangun solidaritas, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan mengelola perbedaan secara dewasa.

Dengan demikian, keberadaan SH Terate di Kabupaten Kotawaringin Timur diharapkan tidak hanya berkembang secara organisatoris, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan sumber daya manusia dan kehidupan sosial masyarakat.

Bagian penyampaian kesan dan pesan warga baru menjadi salah satu agenda yang memberikan nuansa reflektif dalam kegiatan tersebut.
Para warga baru diberikan kesempatan untuk mengungkapkan pengalaman dan harapan setelah melewati proses panjang menuju pengesahan. Tahapan latihan fisik, pembinaan mental, pendalaman ke-SH-an, penguatan kedisiplinan hingga proses pengesahan menjadi pengalaman yang diharapkan membentuk kesiapan mereka dalam menjalani kehidupan sebagai warga SH Terate.
Momentum tersebut sekaligus mempertegas bahwa proses pendidikan dalam pencak silat memiliki dimensi multidimensional. Kemampuan fisik menjadi salah satu aspek, sementara aspek mental, moral, spiritual, sosial, dan karakter menjadi bagian yang tidak terpisahkan.
Tumpeng sebagai Simbol Rasa Syukur, Prosesi pemotongan tumpeng menjadi salah satu bagian yang sarat makna dalam kegiatan tersebut.

Secara sosial-kultural, tumpeng merupakan simbol rasa syukur, kebersamaan, dan doa atas keberhasilan suatu proses. Dalam konteks syukuran warga baru SH Terate, prosesi tersebut merepresentasikan rasa syukur atas seluruh tahapan yang telah dilalui sekaligus doa untuk perjalanan warga baru pada masa mendatang.
Setelah prosesi tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan istirahat sebelum memasuki bagian akhir acara.

Setelah seluruh rangkaian ceremony syukuran selesai, suasana kegiatan kemudian berubah menjadi lebih santai dan meriah.

Panitia menghadirkan grup musik elekton Meong sebagai bagian dari hiburan untuk keluarga besar SH Terate Cab Kab Kotawaringin Timur yang hadir. Ratusan warga kemudian berkumpul dan menikmati suasana malam dalam nuansa kebersamaan.

Hiburan tersebut menjadi pelengkap kegiatan setelah sebelumnya seluruh peserta mengikuti rangkaian acara yang bersifat formal dan reflektif.

Suasana kekeluargaan tampak semakin terasa ketika warga dari berbagai ranting dan komisariat berbaur dalam satu kegiatan. Momentum tersebut sekaligus memperkuat komunikasi informal antarsesama warga yang selama ini menjalani aktivitas organisasi di wilayah masing-masing.

Bagi keluarga besar SH Terate Cabang Kabupaten Kotawaringin Timur, kegiatan tersebut menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan unsur-unsur organisasi dalam suasana yang lebih cair dan penuh kekeluargaan.

Syukuran warga baru Tahun 2026 pada akhirnya bukan hanya berbicara mengenai perayaan atas lahirnya warga baru. Lebih jauh, kegiatan tersebut merepresentasikan proses regenerasi, kaderisasi, pembentukan karakter, dan penguatan kohesi sosial dalam organisasi.

Dengan jumlah warga baru yang mencapai ratusan orang, tanggung jawab organisasi ke depan juga semakin besar. Pertumbuhan jumlah warga perlu dibarengi dengan pembinaan yang sistematis agar setiap warga memahami identitas, nilai, etika, tanggung jawab, serta peran sosialnya.

Ketua SH Terate Cabang Kabupaten Kotawaringin Timur, Susanto, SH, berharap seluruh warga baru 2026 dapat menjaga marwah organisasi dan menjadikan persaudaraan sebagai kekuatan utama.

“Kami berharap 415 warga baru ini bukan hanya bertambah secara jumlah, tetapi juga bertambah kualitasnya. Jadilah manusia yang berkarakter, rendah hati, bertanggung jawab, mampu mengendalikan diri, menghormati orang lain, dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Dengan demikian, Syukuran Warga Baru SH Terate Cabang Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2026 diharapkan menjadi titik awal bagi perjalanan panjang 415 warga baru 2026 untuk terus belajar, mengembangkan diri, menjaga persaudaraan, serta mengimplementasikan nilai-nilai luhur SH Terate dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dari Padepokan SH Terate Cabang Kabupaten Kotawaringin Timur, Jalan Sekar Arum Nomor 51 Sampit, semangat persaudaraan kembali diteguhkan bahwa menjadi warga bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk menjaga kehormatan diri, keluarga, organisasi, dan masyarakat.

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *