PALANGKARAYA, Supersemar News – Bantuan armada udara berupa helikopter pemadam kebakaran dari Jepang dipastikan belum beroperasi di langit Kalimantan Tengah (Kalteng).

‎​Saat ini, operasional armada perbantuan lintas negara tersebut masih dikonsentrasikan untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar).

‎​Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, mengonfirmasi bahwa alokasi bantuan udara tersebut didasarkan pada skala prioritas penanganan di Pulau Kalimantan.

‎​”Nah, kalau pesawat (dari) Jepang itu masih diprioritaskan di Kalbar. Jadi belum di sini (Kalteng),” ujar Mayjen TNI Zainul Arifin, saat memantau pendinginan titik api di kawasan Bandara Tjilik Riwut, Sabtu, 5 September 2026.

‎​Pangdam menjelaskan, belum dikerahkannya armada dari Jepang ke Kalteng bukan berarti penanganan Karhutla di wilayahnya dikesampingkan. Sebaliknya, hal ini menunjukkan bahwa eskalasi titik api di Kalteng masih bisa dikendalikan oleh kekuatan armada nasional yang saat ini sudah disiagakan.

‎​Menurutnya, dukungan operasi udara di Bumi Tambun Bungai sejauh ini dinilai masih cukup memadai dengan mengandalkan fasilitas milik pemerintah pusat.

‎​”Di sini masih bisa diamankan dengan armada water bombing dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” tegas Jenderal bintang dua tersebut.

‎​Terkait spesifikasi dan rincian kekuatan armada dari Jepang yang dioperasikan, Mayjen Zainul mengaku tidak memantau secara spesifik jumlah unit yang dikerahkan. Namun, ia kembali menekankan bahwa fokus wilayah tugas bantuan tersebut saat ini murni berada di provinsi tetangga.

‎​”Kalau dari Jepang, saya belum monitor kekuatannya berapa, tapi memang digunakan di Kalimantan Barat, belum di Kalimantan Tengah,” pungkasnya.

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *