
BANDUNG, Supersemar News – Terjadi sejumlah pergantian pejabat utama dan pimpinan kesatuan kewilayahan di lingkungan Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar).
Pergantian sejumlah posisi strategis itu di antaranya Kabid Propam Polda Jabar, Dirreskrimsus Polda Jabar, Dirsamapta Polda Jabar, Dipolairud Polda Jabar, Kabidkum Polda Jabar, Kabidkeu Polda Jabar, Kapolresta Bogor Kota, dan Kapolresta Bandung.
Serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat utama ini dilakukan pada Senin (28/9/2026) kemarin.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto mengatakan, pergantian jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri sekaligus proses pembinaan organisasi serta pengembangan karier personel untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah Jawa Barat.
Pada jabatan Kabid Propam Polda Jabar, Brigjen Pol Adi Wijaya mendapat penugasan sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tk. II Sespim Lemdiklat Polri.
Jabatan Kabid Propam Polda Jabar selanjutnya dijabat Kombes Pol Mochammad Yoris Maulana Yusuf Marzuki, yang sebelumnya menjabat Analis Kebijakan Madya Bidang Paminal Divpropam Polri.
Sementara itu, jabatan Dirreskrimsus Polda Jabar mengalami pergantian dari Kombes Pol Wirdhanto Hadicaksono kepada Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso.
Kombes Pol Wirdhanto selanjutnya mendapat penugasan sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Pideksus Bareskrim Polri dalam rangka Dikbangti T.A. 2026.
Di jajaran Direktorat Samapta Polda Jabar, Kombes Pol Wahid Kurniawan dipercaya menjabat Dirsamapta Polda Jabar setelah sebelumnya menjabat Dirpamobvit Polda Kepulauan Bangka Belitung.
Pergantian juga berlangsung pada jabatan Dirpolairud Polda Jabar. Kombes Pol Edward Indharmawan Eka Chandra mendapat penugasan sebagai Kabaganev Robinopsnal Baharkam Polri, sedangkan jabatan Dirpolairud Polda Jabar selanjutnya dijabat Kombes Pol R. Djarot Agung Riadi.
Di bidang hukum, Kombes Pol Nurhadi Handayani, yang sebelumnya menjabat Kabidkum Polda Jabar, mendapat penugasan sebagai Kabagsunkum Rosundokinfokum Divkum Polri.
Posisi Kabidkum Polda Jabar selanjutnya dijabat Kombes Pol Sri Damar Alam, yang sebelumnya menjabat Dirbinmas Polda Kalimantan Selatan.
Sementara di bidang keuangan, Kombes Pol Heni Kresnowati Soepandi Putri mendapat penugasan sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Keuangan Puskeu Polri dalam rangka Dikbangti T.A. 2026.
Jabatan Kabidkeu Polda Jabar selanjutnya dijabat Kombes Pol Erwin Fardiansyah Tossin, yang sebelumnya menjabat Kabidkeu Polda Jambi.

Rotasi Jajaran Kewilayahan
Pergantian juga terjadi di jajaran kewilayahan.
Jabatan Kapolresta Bogor Kota Polda Jabar yang sebelumnya dijabat Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro selanjutnya dipercayakan kepada Kombes Pol Adhitya Panji Anom.
Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro selanjutnya mendapat penugasan sebagai Agen Intelijen Kepolisian Madya Tk. II Baintelkam Polri.
Adapun jabatan Kapolresta Bandung juga mengalami pergantian. Kombes Pol Aldi Subartono mendapat penugasan sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Watpers SSDM Polri dalam rangka Dikbangti T.A. 2026.
Jabatan Kapolresta Bandung selanjutnya dijabat Kombes Pol Dr. Tri Suhartanto, yang sebelumnya bertugas sebagai Penyidik Tindak Pidana Madya Tk. III Kortastipidkor Polri.
Apresiasi atas Kinerja
Dalam amanatnya, Kapolda Jawa Barat menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada para pejabat lama atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian luar biasa selama bertugas di Jawa Barat.
Ia juga menyambut para pejabat baru di Tanah Pasundan, Kapolda Jabar menekankan pentingnya respons cepat dan adaptasi penuh terhadap karakteristik wilayah Jawa Barat yang amat strategis dan kompleks.
Hal ini mengingat jumlah penduduk di Jabar yang besar serta dinamika tantangan keamanan yang terus berkembang.
“Para pimpinan baru dituntut mampu menentukan prioritas, mengambil keputusan tepat, dan membangun kolaborasi lintas sektor yang kokoh demi menjaga kondusivitas wilayah. Para pejabat baru diminta membawa semangat pembaruan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat setempat,” katanya dalam keterangannya, Selasa (29/9/2026)
Kapolda juga menekankan soal komitmen gerakan “Jaga Rawat Jawa Barat” yang dijabarkan melalui Nine Commander Wish dalam lima aspek strategis, yakni pelayanan publik, stabilitas kamtibmas, kolaborasi sosial, penguatan kapasitas organisasi, dan pengawasan melekat.
“Untuk mengeksekusi visi tersebut, seluruh pimpinan dan personel diinstruksikan berpegang teguh pada empat prinsip kerja utama, yakni Adaptif, Responsif, Kolaboratif, dan Solutif (ARKS),” ucapnya.
Sumber : Kompas.com
