Supersemar News – Jakarta. Pengamat kepolisian Poengky Indarti menilai sejumlah pejabat utama (PJU) Mabes Polri yang baru memiliki kompetensi dan pengalaman yang sesuai dengan jabatan masing-masing. Penilaian tersebut dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat profesionalisme dan meningkatkan kinerja Polri.

Poengky mencontohkan penunjukan Irjen Pol. Dedy Kusuma Bakti sebagai Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri. Menurutnya, pengalaman Dedy di bidang intelijen menjadi bekal untuk menjalankan tugas tersebut.

Ia menilai Dedy memiliki kemampuan dan pengetahuan yang relevan untuk mendukung pelaksanaan tugas intelijen kepolisian.

Selain itu, Poengky menilai penunjukan Irjen Pol. Herry Heryawan sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri sesuai dengan pengalaman yang dimilikinya di bidang penegakan hukum dan keamanan.

“Cocok dengan pengalaman beliau yang lama penegakan hukum dan keamanan sehingga diharapkan mampu menangani pemeliharaan keamanan dengan baik,” katanya, Minggu (04/10/2026).

Poengky juga menilai penunjukan Irjen Pol. Asep Safrudin sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri tepat karena memiliki latar belakang di bidang reserse kriminal.

Sementara itu, jabatan Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kakortastipidkor) Polri yang diemban Irjen Pol. Arie Ardian Rishadi dinilai sejalan dengan pengalamannya dalam penegakan hukum dan kepemimpinan di tingkat kewilayahan.

“Intinya, saya melihat profesionalisme semakin menguat dan hal ini menunjukkan sangat positif bagi peningkatan prestasi Polri,” ucapnya.

Mantan anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) tersebut juga menilai sejumlah Kapolda yang baru memiliki pengalaman dan kemampuan yang mendukung pelaksanaan tugas di wilayah masing-masing.

Salah satu yang menjadi sorotan ialah penunjukan Irjen Pol. Dadang Hartanto sebagai Kapolda Metro Jaya. Poengky menilai pengalaman Dadang saat menjabat Wakapolda Sumatera Utara dan Kapolda Maluku menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan keamanan di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

“Irjen Pol. Dadang Hartanto yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Wakapolda Sumut yang penuh tantangan serta teruji di Maluku sebagai Kapolda Maluku, saat ini dipercaya menjadi Kapolda Metro Jaya yang tantangannya jelas lebih berat. Itu menunjukkan penguatan skill and knowledge untuk memimpin kewilayahan,” jelasnya.

Sebelumnya, Polri melakukan mutasi dan rotasi terhadap 88 perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) sehari setelah Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi menjabat sebagai Kapolri.

Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Pergantian jabatan itu mencakup sejumlah posisi strategis di tingkat Mabes Polri hingga kewilayahan sebagai bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel.

Sumber : tribatanews.polri.go.id

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *