
Supersemar News – Dalam upaya mendorong penataan kota yang lebih bersih dan estetis, Kang Dedi Mulyadi (KDM), melakukan inspeksi langsung ke sejumlah titik di wilayah perbatasan kota. Uniknya, peninjauan ini dilakukan tidak menggunakan mobil dinas, melainkan dengan menaiki angkutan umum (angkot) bersama Walikota Depok serta jajaran Camat dan Lurah setempat.
Langkah ini diambil untuk melihat secara riil kondisi infrastruktur, kebersihan, dan ketertiban fasilitas publik di sepanjang jalan protokol dan area perbatasan yang dinilai masih memerlukan perhatian serius.
Soroti Kekumuhan dan Pelanggaran Trotoar
Dalam penyisiran tersebut, KDM menyoroti sejumlah permasalahan lingkungan yang terkesan dibiarkan. Beberapa temuan di lapangan meliputi keberadaan spanduk usang yang tidak ditertibkan selama bertahun-tahun, sisa ikatan tali billboard, hingga bendera parpol masa lalu yang masih terpampang. Selain itu, banyaknya bangunan liar yang memakan bahu jalan dan trotoar menjadi fokus utama kritik karena dinilai merenggut hak pejalan kaki dan memperburuk estetika kota.
KDM meminta jajaran kelurahan dan kecamatan untuk bertindak tegas dengan melakukan pendataan dan memberikan stiker peringatan bagi pemilik bangunan liar agar segera mengosongkan area publik secara mandiri dalam tenggat waktu dua minggu.
Instruksikan Pejabat Wilayah Lebih Sering Turun ke Lapangan
Kepada para Camat dan Lurah perempuan yang mendampinginya, KDM mengingatkan bahwa tugas utama pelayan masyarakat adalah memastikan kondisi lingkungan tetap kondusif. Ia meminta agar para Lurah tidak hanya menghabiskan waktu di dalam ruang kerja, melainkan aktif memantau wilayah sejak dini hari dengan pakaian lapangan yang nyaman agar pergerakan penataan bisa berjalan lebih cepat (satset).
Jadwal kerja petugas sapu jalanan juga disarankan untuk dioptimalkan guna memastikan sampah sudah terangkut sebelum aktivitas warga dimulai. KDM mendorong penambahan Tenaga Harian Lepas (THL) kebersihan dari warga lokal dengan skema evaluasi performa yang ketat, sekaligus mengusulkan pengadaan mesin pengelola sampah mandiri di tingkat kelurahan agar beban sampah tidak menumpuk di tempat pembuangan akhir.
Aksi Sosial di Tengah Peninjauan
Di sela-sela inspeksi menggunakan angkot, KDM dan Walikota memberikan apresiasi spontan kepada sopir angkot asal Bima, Nusa Tenggara Barat, yang mengemudikan kendaraan yang mereka tumpangi. Mengetahui minimnya pendapatan harian sang sopir, KDM memberikan bantuan tunai sebesar Rp1 juta untuk membantu kebutuhan keluarga sopir tersebut. Tindakan naik angkot ini disebut KDM sebagai upaya nyata agar perputaran ekonomi dan rezeki pejabat dapat langsung dirasakan oleh masyarakat kecil.
Melalui penataan yang terintegrasi ini, pemerintah daerah diharapkan dapat segera membenahi fasilitas trotoar, menertibkan pedagang yang memicu kemacetan, serta membangun shelter atau pos perbatasan berornamen khas kebudayaan lokal demi meningkatkan kebanggaan dan rasa cinta warga terhadap kotanya.
Sumber : BAPENDA JABAR