Alasan Belanda Hobi Tanam Pohon Asam Jawa di Pinggir Jalan


Supersemar News – Jika melintasi sejumlah jalan tua peninggalan kolonial di Indonesia, masyarakat mungkin masih menemukan pohon asam Jawa yang tumbuh besar dan rindang di sisi jalan.

‎​Pohon yang memiliki nama ilmiah Tamarindus indica tersebut bukan sekadar tanaman penghias dan peneduh.
‎​Pada masa pemerintahan kolonial Belanda, asam Jawa sengaja ditanam dalam jumlah besar di sepanjang jalur-jalur utama karena memiliki banyak keunggulan.

‎​Salah satu kawasan yang dikenal memiliki banyak tanaman asam Jawa adalah jalur Anyer-Panarukan, jalan raya sepanjang sekitar 1.000 kilometer yang dibangun pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels.
‎​Lantas, mengapa pohon asam Jawa dipilih untuk ditanam di pinggir jalan?

‎​Belanda dan Asam Jawa

‎​Mengutip buku Rumah di Tanah Rempah, pemerintah kolonial Belanda banyak menanam asam Jawa di sepanjang jalan karena karakter pohon tersebut dianggap sesuai untuk kebutuhan infrastruktur jalan pada masa itu.

‎​Asam Jawa dikenal sebagai pohon yang memiliki batang kuat, berumur panjang, serta mampu tumbuh subur di berbagai jenis iklim dan kondisi tanah.

‎​Karakter tersebut membuatnya cocok ditanam di area terbuka seperti tepian jalan. Pohon ini dapat bertahan menghadapi perubahan cuaca, mulai dari musim kering hingga curah hujan tinggi.
‎​Selain itu, bentuk tajuk pohon asam Jawa yang lebar membuatnya mampu memberikan keteduhan bagi orang-orang yang melewati jalan tersebut.

‎​Pada masa lalu, perjalanan melalui jalur darat membutuhkan waktu yang panjang. Kendaraan masih sangat terbatas kala itu.
‎​Keberadaan pohon rindang di sepanjang jalan memberikan tempat berteduh bagi para pelintas, termasuk pekerja, pedagang, maupun pasukan yang melakukan perjalanan.

‎​Alasan Ekologis

‎​Selain memberikan keteduhan, pohon asam Jawa juga memiliki manfaat ekologis yang besar.

‎​Mengutip buku Hutan Kota: Masa Depan Indonesia, pohon asam Jawa memiliki kemampuan menyerap air ke dalam tanah sehingga membantu menjaga keseimbangan lingkungan.

‎​Pohon ini juga mampu menghasilkan oksigen dalam jumlah tinggi serta menjadi habitat dan sumber makanan bagi berbagai satwa liar di Indonesia.
‎​Sistem perakarannya yang kuat membantu menjaga struktur tanah dan mengurangi risiko erosi.

‎​Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa pohon asam Jawa banyak dimanfaatkan sebagai tanaman penghijauan.

‎Penanaman asam Jawa tidak dapat dilepaskan dari pembangunan Jalan Raya Pos atau Grote Postweg yang menghubungkan Anyer di Banten hingga Panarukan di Jawa Timur.
‎​Jalan tersebut dibangun pada awal abad ke-19 sebagai bagian dari kebijakan Daendels untuk memperkuat jalur transportasi dan pertahanan di Pulau Jawa.

‎​Di sepanjang jalur tersebut, pohon asam Jawa ditanam secara masif. Selain berfungsi sebagai peneduh, pohon-pohon tersebut juga menjadi penanda jalur perjalanan yang panjang.

‎​Keberadaan pohon besar di sisi jalan membuat perjalanan menjadi lebih nyaman, terutama ketika kendaraan dan manusia masih mengandalkan tenaga hewan maupun berjalan kaki.

‎​Meski pembangunan dan perkembangan kota terus berubah, sebagian pohon asam Jawa peninggalan masa lalu masih dapat ditemukan di berbagai daerah.

Sumber : kompas.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *