
SupersemarNews , TANGERANG – Provinsi Banten resmi ditunjuk menjadi tuan rumah peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Kepastian ini disambut antusias Gubernur Banten Andra Soni dan jajaran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sebagai momentum bersejarah bagi dunia pers sekaligus masyarakat Banten.
“Kami bersyukur Provinsi Banten dipercaya menjadi tuan rumah Hari Pers Nasional pada Februari 2026. Semoga pelaksanaannya berjalan baik dan lancar,” kata Andra Soni seusai menerima kunjungan pengurus PWI Pusat, Kamis (18/9/2025).
Andra menilai HPN akan menjadi kesempatan emas untuk menampilkan identitas Banten sebagai Tanah Jawara. Kekayaan budaya, mulai dari tradisi Debus, Pencak Silat, hingga seni tari dan musik khas, menurutnya layak menjadi etalase nasional
.“Kita ingin menunjukkan bahwa Banten punya kekayaan budaya yang tak kalah dari daerah lain. HPN akan jadi panggung untuk itu,” ujarnya
.Gubernur Banten juga mengapresiasi soliditas PWI yang kini kembali bersatu. “Ke depan saya tidak lagi bingung menerima audiensi karena PWI sudah bersatu.
Kami siap berdiskusi dan berkolaborasi untuk mendukung aktivitas masing-masing,” tambahnya.
Ketua PWI Kota Tangerang, R. Herwanto, menegaskan bahwa Banten memiliki makna khusus dalam sejarah perjalanan pers Indonesia. Di tanah ini, kata dia, PWI pernah terbelah, dan di sini pula organisasi wartawan itu kembali bersatu.
“HPN 2026 di Banten adalah tanda bahwa pers Indonesia tidak boleh lagi rapuh, tidak boleh lagi pecah,” ujarnya.
Herwanto menekankan, semangat Tanah Jawara harus hidup dalam perhelatan nasional tersebut. Bagi dia, pers Indonesia harus mewarisi sikap para jawara: berani bersuara, tegak membela rakyat, dan pantang tunduk pada tekanan.
“Kalau Banten disebut Tanah Jawara, maka pers di Banten harus jadi penjaga kebenaran yang berani. HPN ini harus menjadi momentum untuk menegaskan, pers tidak bisa dibeli, tidak bisa dibungkam, dan tidak bisa dipatahkan,” ucapnya lantang.
Ia juga menyoroti kekayaan tradisi Banten yang sarat nilai keberanian dan spiritualitas—dari seni Debus, Pencak Silat, hingga warisan keagamaan—sebagai simbol keteguhan moral yang patut dihayati insan pers.
“Banten ini tanah yang ditempa sejarah panjang, darah para ulama dan jawara tumpah di sini. Itu sebabnya HPN di Banten adalah pengukuhan jati diri kita semua sebagai bangsa yang berani dan bermartabat. Wartawan jangan pernah lupa, kita lahir dari rahim perjuangan rakyat, dan kita akan selalu berdiri untuk mereka,” kata Herwanto. (cenks)