Belasan Satwa Liar Mati Akibat Karhutla di Kotim

- Jurnalis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 03:19 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

SAMPIT, Supersemar News – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan, dan merugikan manusia, tetapi juga menimbulkan ancaman serius bagi keberlangsungan satwa liar di wilayah tersebut.
‎
‎​Sejumlah hewan dilaporkan ditemukan mati, baik karena terbakar langsung maupun akibat paparan asap tebal yang menyelimuti kawasan terdampak.
‎​Kepala BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, mengungkapkan bahwa jumlah pasti satwa liar yang menjadi korban karhutla hingga kini belum dapat dipastikan.
‎
‎​”Berdasarkan laporan yang masuk dari masyarakat dan petugas di lapangan, sedikitnya belasan ekor satwa telah ditemukan dalam kondisi mati,” kata Muriansyah, Rabu 26 Agustus 2026.
‎
‎​Menurut Muriansyah, angka tersebut diyakini belum mencerminkan kondisi sebenarnya. Banyak satwa yang kemungkinan tidak terdata karena lokasi bangkainya sulit ditemukan, terutama jenis reptil seperti ular yang hidup dan bersembunyi di dalam tanah serta biawak.
‎
‎​Ia menjelaskan, hasil pemantauan petugas serta laporan dari regu pemadam menunjukkan bahwa ular menjadi satwa yang paling sering ditemukan mati setelah kebakaran berhasil dipadamkan.
‎
‎​Beberapa jenis yang tercatat antara lain sanca batik atau sanca kembang (Malayopython reticulatus), sanca depung (Python breitensteini), hingga ular berbisa seperti kobra dan king cobra.
‎
‎​Selain reptil, kelompok burung juga menjadi salah satu satwa yang terdampak cukup besar. Anak-anak burung yang belum mampu terbang menjadi kelompok paling rentan karena tidak dapat menyelamatkan diri saat api menjalar maupun ketika asap pekat menyelimuti habitat mereka.
‎
‎​BKSDA menilai dampak karhutla terhadap satwa liar tidak hanya terbatas pada kematian yang terlihat di lapangan. Banyak hewan lain diperkirakan mengalami luka-luka, kehilangan tempat hidup.
‎
‎​”Mereka terpaksa berpindah ke wilayah lain karena habitatnya sudah rusak karena kebakaran, yang selama ini menjadi sumber makanan dan tempat berlindung,” tegasnya.
‎
‎​Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa karhutla bukan hanya persoalan kerusakan hutan, tetapi juga ancaman nyata terhadap keseimbangan ekosistem dan kelangsungan hidup berbagai spesies satwa liar yang ada di Kotim.

Baca Juga :  Penuh Khidmat, Polda Metro Jaya Gelar Pisah Sambut Kapolda dan Wakapolda
Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SILATURAHIM SUPERSEMAR LAW FIRM DAN NEWS KE BAKAMLA RI, PERKUAT KOMUNIKASI DAN SINERGI ANTARLEMBAGA
Kabut Asap Selimuti Sungai Mentaya, Motoris Klotok Diimbau Waspada
Batal Tinjau Karhutla, Pemkab Kotim Mengaku Dipersulit Bertemu Menhut RI Raja Juli
Krisis Air Bersih di Baamang dan MB Ketapang, Dinkes Ingatkan Bahaya Konsumsi Air Payau
Kendaraan Roda Tiga Berpotensi Jadi Alternatif Transportasi Nasional, Pemerataan Akses dan Keselamatan Jadi Sorotan
Fakta-fakta OTT KPK di BNPB
Gerindra Respons Hasil Survei Evaluasi 2 Tahun Prabowo
Panglima Korpasgat Pimpin Upacara Purnabakti 26 Prajurit Korpasgat
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:47 WIB

SILATURAHIM SUPERSEMAR LAW FIRM DAN NEWS KE BAKAMLA RI, PERKUAT KOMUNIKASI DAN SINERGI ANTARLEMBAGA

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:13 WIB

Kabut Asap Selimuti Sungai Mentaya, Motoris Klotok Diimbau Waspada

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:35 WIB

Batal Tinjau Karhutla, Pemkab Kotim Mengaku Dipersulit Bertemu Menhut RI Raja Juli

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:32 WIB

Krisis Air Bersih di Baamang dan MB Ketapang, Dinkes Ingatkan Bahaya Konsumsi Air Payau

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:47 WIB

Kendaraan Roda Tiga Berpotensi Jadi Alternatif Transportasi Nasional, Pemerataan Akses dan Keselamatan Jadi Sorotan

Berita Terbaru

Berita utama

Kabut Asap Selimuti Sungai Mentaya, Motoris Klotok Diimbau Waspada

Rabu, 14 Okt 2026 - 14:13 WIB